RADARSOLO.COM - Persaingan papan atas Liga Inggris 2025/2026 semakin panas. Sampai pekan ke-15, Arsenal masih menggenggam takhta klasemen dengan 33 poin.
Konsistensi The Gunners menjadi kunci—meski sempat tersandung satu kekalahan di laga terakhir, skuat Mikel Arteta tetap belum tergeser dari posisi nomor satu.
Namun ancaman nyata kini datang dari Manchester City. The Citizens hanya berjarak dua poin dari Arsenal dengan 31 poin, dan sedang dalam tren lima kemenangan dari enam laga terakhir.
Erling Haaland dkk. seperti mesin yang mulai panas pada momen yang tepat. Posisi puncak tinggal selangkah lagi.
Sementara itu, kejutan terbesar datang dari Aston Villa. Skuat Unai Emery tampil tanpa kompromi—lima kemenangan beruntun membuat mereka melejit ke posisi tiga dengan 30 poin.
Villa bukan lagi tim kejutan, melainkan penantang gelar yang mulai disegani. Stabilitas permainan dan mental bertanding menjadi modal berbahaya di sisa musim.
Di peringkat empat, nama yang jarang nongol di zona Liga Champions kembali bersuara: Crystal Palace mengoleksi 26 poin dan menunjukkan identitas baru sebagai tim berkarakter batang keras.
Sementara Chelsea dan Manchester United menguntit ketat di posisi lima dan enam dengan poin sama (25). Perebutan tiket Eropa tampak semakin padat dan tidak ada zona aman untuk tim besar.
Peta persaingan papan tengah juga memberi cerita menarik. Everton, Brighton, dan Sunderland saling tempel untuk zona 7–9, sementara Liverpool justru tercecer di posisi 10.
The Reds masih inkonsisten, hanya mencatat satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Tanpa perbaikan cepat, posisi mereka bisa semakin melorot.
Zona degradasi kini dihuni tiga tim yang sedang krisis kepercayaan diri. West Ham (13 poin), Burnley (10 poin), dan Wolves (2 poin) berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
Khusus Wolves, tren mereka paling mengerikan: 15 pertandingan tanpa kemenangan dan hanya mencetak dua gol sepanjang musim. Jika performa tak berubah, mereka bisa terdegradasi lebih cepat dari prediksi.
Dengan selisih poin tipis di papan atas dan klub-klub besar terseok, Liga Inggris 2025/2026 memasuki fase tak terduga.
Satu kemenangan bisa membuat tim melompat tiga peringkat, sementara satu kekalahan bisa menyeret ke jurang persaingan.
Drama belum selesai—justru baru dimulai. (nik)
Editor : Niko auglandy