RADARSOLO.COM - Persaingan panas langsung terasa sejak pekan pertama Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025/2026 digelar.
Tiga laga pembuka pada Selasa (2/12) menghadirkan kejutan sekaligus membuka peta kekuatan tim-tim DIY musim ini.
Di Piyungan, Gukiti FC mencuri kemenangan dramatis 3-2 atas Duta Pro Bina Taruna FC di Lapangan Sitimulyo.
Partai berlangsung terbuka, tetapi efektivitas serangan Gukiti menjadi pembeda.
Pada waktu bersamaan, JK United Tamanan sukses mengamankan poin penuh setelah menekuk PS HW UMY 2-1 di Lapangan Kampus UMY.
Sementara itu, duel di Stadion Dwi Windu Bantul memperlihatkan mental kuat Mataram Utama Manggala yang menang tipis 2-1 atas Kafi Jogja.
Memasuki pekan kedua (9/12), tensi kompetisi tidak menurun. UAD FC menahan JK United Tamanan dengan skor 2-2, membuat JK gagal menyapu bersih dua laga awal.
Kafi Jogja kembali menjadi sorotan. Setelah kalah di pekan pertama, mereka membalas telak dengan membantai Duta Pro Bina Taruna FC 5-0 di Piyungan.
Di Ringroad Barat, Mataram Utama Manggala dan PS HW UMY berbagi angka lewat skor 2-2 pada laga yang berlangsung ketat.
Klasemen Sementara: JK United Tamanan Masih di Puncak
Hingga dua pekan berjalan, JK United Tamanan memimpin klasemen dengan 4 poin hasil satu menang dan satu seri.
Konsistensi menjadi modal penting mereka sejauh ini.
Tak sendirian, Mataram Utama Manggala juga mengoleksi 4 poin, bahkan dengan jumlah gol yang sama: empat memasukkan dan tiga kebobolan.
Persaingan kedua tim ini diprediksi akan menjadi poros utama di papan atas.
Di bawahnya, Kafi Jogja dan Gunung Kidul Tiger FC menguntit dengan 3 poin.
Kafi sudah memainkan dua laga—satu menang dan satu kalah—sedangkan Gunung Kidul Tiger baru turun sekali namun langsung mencatatkan kemenangan.
Modal yang cukup untuk membuat persaingan semakin riuh.
Tiga tim berada di posisi krusial: UAD FC (1 poin), PS HW UMY (1 poin) dan Duta Pro Bina Taruna FC (0 poin)
Duta Pro menjadi satu-satunya tim yang belum meraih angka. Dua kekalahan beruntun membuat mereka harus segera berbenah bila tak ingin terbenam terlalu dalam. (nik)
Editor : Niko auglandy