RADARSOLO.COM - Pertandingan Persijap Jepara vs Semen Padang pada 20 November 2025 tampaknya jadi salah satu laga paling panas di pekan kompetisi BRI Super League 2025/2026 (Liga 1).
Tidak hanya memunculkan insiden keras di lapangan, tensi tinggi juga merembet ke luar lapangan hingga melibatkan suporter.
Imbasnya, tiga keputusan penting dikeluarkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
1. Pemain Persijap Jepara, Najeeb Yakubu, Kena Tambahan Sanksi
Komdis menjatuhkan hukuman berat kepada pemain Persijap Jepara, Najeeb Yakubu, setelah dinilai melakukan pelanggaran serius. Yakubu melakukan tekel keras kepada pemain Semen Padang hingga langsung diganjar kartu merah oleh wasit.
Setelah menelaah laporan pertandingan serta rekaman video, Komdis memutuskan memberikan tambahan larangan bermain sebanyak tiga pertandingan. Tak hanya itu, Yakubu juga dikenai denda Rp 10 juta.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk penegasan bahwa aksi kekerasan di lapangan tidak dapat ditoleransi, apa pun situasinya.
2. Suporter Rusuh, Persijap Jepara Kena Larangan Penonton
Tak berhenti di aksi pemain, gangguan juga muncul dari tribun.
Dalam laporan resmi, Komdis mencatat adanya sejumlah suporter Persijap Jepara yang masuk ke area lapangan, bahkan setelah laga selesai terdapat suporter yang membawa kursi tribun yang sengaja dirusak.
Atas pelanggaran tersebut, klub Persijap Jepara dijatuhi hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga kandang. Selain itu, klub juga diwajibkan membayar denda Rp 60 juta.
Komdis menilai tindakan tersebut membahayakan keamanan pertandingan dan harus dicegah agar tidak terulang.
3. Semen Padang Didenda Gara-gara 7 Kartu Kuning
Semen Padang pun tidak luput dari sanksi. Dalam laga yang sama, enam pemain dan satu ofisial mereka menerima kartu kuning. Akumulasi pelanggaran itu dianggap sebagai bentuk ketidakdisiplinan tim.
Hasilnya, Semen Padang dijatuhi denda Rp 70 juta sebagai peringatan agar tim lebih mengontrol emosi dan menjaga sportivitas pertandingan.
Serangkaian sanksi ini menjadi sinyal kuat dari Komdis PSSI bahwa mereka tidak segan bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan kasar, pelanggaran disiplin pemain, hingga kerusuhan suporter.
Kompetisi, kata mereka, harus berjalan dengan menjunjung penuh prinsip fair play, baik di lapangan maupun di tribun.
Laga Berjalan Menegangkan
Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan keduanya di Super League 2025/2026 (Liga 1) setelah menundukkan Persijap Jepara 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (20/11/2025). Pertandingan dimulai pukul 15:30 WIB dan disaksikan 1.459 penonton atau sekitar 17 persen kapasitas stadion.
Laga berjalan dramatis sejak menit ke-24 ketika Persijap Jepara harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Najeeb Yakubu.
Semen Padang memanfaatkan situasi ini dan membuka skor melalui Pedro Matos pada menit ke-27.
Persijap Jepara sempat menyamakan kedudukan di menit ke-44 lewat gol Sudi Abdallah, membuat babak pertama berakhir imbang 1-1.
Namun, dominasi Semen Padang di babak kedua membuahkan gol kedua mereka, dicetak Armando Oropa pada menit ke-66, yang memastikan kemenangan 2-1 hingga peluit panjang.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Semen Padang musim ini, setelah terakhir kali menang pada 15 Agustus 2025, saat menaklukkan Dewa United 2-0.(nik)