RADARSOLO.COM - Laga Deltras FC vs PSS Sleman pada 22 November 2025 di Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir dengan serangkaian insiden yang berujung sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Setelah menjalani sidang, komdis PSSI akhirnya memutuskan memberi hukuman diberikan kepada pemain Deltras FC sekaligus klub dan suporter PSS Sleman karena berbagai pelanggaran di lapangan maupun di tribun.
1. Hamzah Titofani Rivaldi Kena Larangan Bermain 2 LagaPemain Deltras FC, Hamzah Titofani Rivaldi, terbukti melakukan pelanggaran serius di lapangan. Rivaldi memukul pemain lawan hingga langsung diganjar kartu merah.
Komdis kemudian menambahkan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan mengenakan denda Rp5 juta sebagai bentuk teguran tegas terhadap aksi kekerasan di lapangan.
2. Suporter PSS Sleman Berulah, Klub Kena Denda Bertubi-tubiInsiden tak hanya melibatkan pemain, tetapi juga suporter PSS Sleman sebagai tim tamu. Komdis mencatat beberapa pelanggaran serius:
-
Kehadiran suporter PSS Sleman dalam pertandingan dikenai denda Rp 12,5 juta.
-
Pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak oleh suporter, yang dinilai mengganggu jalannya pertandingan, berbuah denda Rp 50 juta.
-
Perusakan fasilitas stadion, termasuk 2 tabung APAR dan 2 bangku stadion, serta pelemparan bangku ke arah lapangan, membuat klub harus menanggung denda Rp 15 juta sekaligus larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton satu laga kandang.
-
Suporter PSS Sleman juga memasuki area lapangan dan menendang bola pertandingan ke tribun, yang menambah denda Rp 20 juta.
Keseluruhan tindakan suporter ini menunjukkan kurangnya kontrol dan disiplin dari klub terhadap pendukungnya. Komdis menekankan bahwa klub bertanggung jawab penuh atas perilaku suporter, baik di kandang maupun saat bertindak sebagai tim tamu.
Hamzah Titofani Rivaldi dari Deltras FC dipastikan mendapat larangan dua laga + denda Rp5 juta.
Sementara sanksi untuk PSS Sleman (suporter & klub) berupa denda total Rp 97,5 juta + larangan satu pertandingan dengan penonton, tentu jadi pembelajaran.
Sanksi ini jadi simbol Komdis PSSI menegaskan bahwa keamanan dan kelancaran pertandingan harus dijaga. Baik oleh pemain, ofisial, maupun suporter. Pelanggaran yang mengganggu jalannya laga akan ditindak tegas, tidak pandang bulu.