RADARSOLO.COM - Cobaan berat kembali menghantam Persik Kediri. Menjelang duel panas melawan Persis Solo pada 27 Desember 2025, skuad Macan Putih dipastikan belum bisa kembali ke rumahnya sendiri.
Stadion Brawijaya, Kota Kediri, lagi-lagi tak mendapat lampu hijau untuk menggelar pertandingan Liga 1.
Kepastian itu muncul usai rapat koordinasi antara panitia pelaksana Persik Kediri dan Polres Kediri Kota pada Jumat (12/12).
Hasilnya, rekomendasi izin belum dapat diterbitkan. Aparat kepolisian menilai laga tersebut memiliki tingkat risiko tinggi, terutama karena potensi kehadiran suporter tamu.
Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri Tri Widodo mengungkapkan, hasil penilaian keamanan menjadi faktor utama belum keluarnya izin.
“Nilai assessment-nya masih rendah,” kata Widodo dilansir dari Jawa Pos Radar Kediri.
Situasi ini bukan cerita baru bagi Persik Kediri. Sebelumnya, Ezra Walian dan kawan-kawan juga harus menanggalkan status tuan rumah saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Kala itu, kepolisian menilai hasil re-risk assessment Stadion Brawijaya belum memenuhi standar untuk pertandingan berisiko tinggi.
Akibatnya, Persik terpaksa mengungsi. Gelora Joko Samudro, Gresik, dipilih sebagai stadion alternatif. Opsi serupa kembali mengemuka untuk laga kontra Persis Solo, meski hingga kini belum ada keputusan resmi.
“Masih menunggu arahan dari owner,” ujar Widodo singkat.
Ketatnya rekomendasi izin membuat Persik Kediri harus ekstra sabar.
Stadion Brawijaya tak sepenuhnya tertutup, namun penggunaannya sangat bergantung pada profil lawan.
Pada laga kontra Semen Padang FC, 27 November lalu, Polres Kediri Kota sempat memberi izin karena potensi kehadiran suporter tamu dinilai minim dan masih dapat dikendalikan.
Dengan kata lain, nasib Persik bermain di kandang sendiri sangat ditentukan siapa lawannya. Melawan tim dengan basis suporter besar, Macan Putih harus kembali bersiap hidup sebagai tim musafir. (nik)
Editor : Niko auglandy