RADARSOLO.COM — Dua kekalahan beruntun menjadi alarm keras bagi Persika Karanganyar. Laskar Singo Lawu yang sempat digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat di Grup C Liga Nusantara justru terseok di dua laga krusial.
Setelah dipukul RANS Nusantara FC, langkah Persika Karanganyar kembali terhenti usai takluk dari Persibo Bojonegoro.
Pelatih kepala Persika Karanganyar Ahmad Bustomi tak menampik performa timnya jauh dari harapan. Ia menyebut anak asuhnya tampil di bawah standar dan kehilangan karakter permainan yang selama ini menjadi kekuatan Singo Lawu.
“Secara permainan, ini bukan Persika yang biasanya. Kami tidak bermain di level kami. Wajar jika akhirnya kalah. Dua kekalahan ini sepenuhnya tanggung jawab saya,” tegas Bustomi.
Rentetan hasil buruk itu membuat Persika tak punya pilihan selain melakukan evaluasi besar-besaran. Bustomi menegaskan pembenahan tak hanya menyasar pemain, tetapi seluruh elemen tim, termasuk jajaran pelatih.
“Semuanya dievaluasi. Bukan hanya pemain, pelatih juga. Saya pun mengoreksi diri sendiri. Semua harus introspeksi, karena perjalanan liga masih panjang,” ujarnya.
Pelatih yang juga mantan pemain Timnas Indonesia itu mengingatkan, jika Persika tak segera berbenah, situasi bisa makin sulit.
“Masih ada beberapa pertandingan ke depan. Kalau tidak cepat memperbaiki diri, kami bisa hancur. Dua kekalahan ini memberi pelajaran besar,” imbuhnya.
Meski terpukul, peluang Persika belum sepenuhnya tertutup. Saat ini, Singo Lawu masih bertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C dengan koleksi enam poin, sama dengan Persibo Bojonegoro di posisi kedua.
Persika hanya kalah jumlah pertandingan yang telah dijalani.
Di sisi lain, kemenangan atas Persika menjadi momentum kebangkitan Persibo Terdegradas
Pelatih Persibo, Iwan Setiawan, menyebut persaingan di Grup C berlangsung sangat ketat dengan tiga tim utama saling sikut di papan atas.
“Ada Persibo, RANS, dan Persika yang saat ini mendominasi tiga besar. Mudah-mudahan kemenangan ini jadi modal bagi kami untuk tampil lebih baik ke depan,” ujar Iwan.
Pasca kekalahan dari RANS, Persibo memang tampil konsisten dengan dua kemenangan beruntun atas Persikutim United dan Persika Karanganyar. Kendati demikian, Iwan mengingatkan anak asuhnya agar tak cepat puas.
“Yang selalu saya tekankan, jangan jumawa. Perjalanan masih panjang dan persaingan belum selesai,” tuturnya. (nis/nik)
Klasemen Sementara Liga Nusantara 2025/2026
Grup A
1. Dejan FC – 9 poin (3 laga)
2. Nusantara United FC – 7 poin (4 laga)
3. Batavia FC – 4 poin (3 laga)
4. Persipa – 1 poin (3 laga)
5. PSDS Deli Serdang – 1 poin (3 laga)
Grup B
4 laga
1. Pekanbaru FC – 8 poin
2. Persitara Jakarta Utara – 8 poin
3. Persikota Kota Tangerang – 7 poin
4. PSGC Ciamis – 6 poin
5. Perserang Serang – 2 poin
6. Tri Brata Rafflesia FC – 0 poin
Grup C
1. RANS Nusantara FC – 7 poin (3 laga)
2. Persibo Bojonegoro – 6 poin (3 laga)
3. Persika Karanganyar – 6 poin (4 laga)
4. Sang Maestro FC – 2 poin (3 laga)
5. Persikutim United – 1 poin (3 laga)
Grup D
4 Laga
1. Persekabpas – 12 poin
2. Persiba Bantul – 7 poin
3. Perseden Denpasar – 6 poin
4. Gresik United FC – 6 poin
5. Persebata Lembata – 4 poin
6. Waanal Brothers – 0 poin
Editor : Niko auglandy