RADARSOLO.COM – Pergerakan besar terjadi di tubuh PSIS Semarang pada bursa transfer paruh musim ini. Perpindahan CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar, bersama Datu Nova ke Kota Lumpia langsung memantik efek domino.
PSIS Semarang bukan hanya berganti wajah di level manajemen, tetapi juga menyedot banyak kekuatan dari Lamongan.
Gelombang pemain Persela yang berganti jersey menjadi biru khas PSIS dibuka oleh dua nama: Ocvian Chanigio dan Wawan Febriyanto.
Ocvian meninggalkan Persela setelah 1,5 musim pengabdian. Sepanjang periode itu, ia tampil dalam 16 pertandingan dan menyumbang dua assist.
Sebelumnya, pemain ini sempat memperkuat PSIM Yogyakarta, Semen Padang, PSS Sleman, hingga Persela Lamongan.
Sementara itu, Wawan Febriyanto seolah pulang ke rumah lama. Gelandang berpengalaman ini kembali ke PSIS, klub yang pernah ia bela pada periode 2022–2024. Bersama Persela, Wawan tampil 10 kali di putaran pertama Liga 2 musim ini. Musim lalu, ia mencatatkan 16 penampilan dengan kontribusi empat assist.
Pada episode pertamanya bersama PSIS, Wawan total bermain 42 kali dengan torehan empat gol dan enam assist.
Namun kejutan terbesar datang setelahnya. PSIS Semarang secara bersamaan memboyong tiga pemain naturalisasi senior dari Persela Lamongan: Esteban Gabriel Vizcarra, 39; Alberto “Beto” Goncalves, 44, dan Otavio Dutra, 42.
Kedatangan Otavio Dutra diumumkan dengan gaya khas PSIS. “Desember ‘D’-nya apa? D-nya DUTRA! Selamat datang di PSIS Semarang, Otávio Dutra,” tulis akun resmi PSIS.
Di Championship 2025/2026 (Liga 2), Dutra sudah tampil delapan kali bersama Persela. Rekam jejaknya di sepak bola Indonesia tak perlu diragukan, dengan pengalaman membela Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Madura United, PSBS Biak, hingga Persibo Bojonegoro.
Kepindahan Vizcarra juga tak kalah mencuri perhatian. Musim ini ia bermain enam kali untuk Persela dengan satu gol dan satu assist. Pada musim lalu, Vizcarra mencatatkan 13 penampilan di Liga 2. Namanya dikenal luas setelah malang melintang bersama Arema FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Madura United, hingga PSS Sleman.
Sementara itu, kehadiran Beto Goncalves membuat lini depan PSIS semakin sarat pengalaman.
“Umur hanya angka dan waktunya belum berakhir. Datang dengan misi mempersembahkan yang terbaik untuk PSIS Semarang. Selamat datang kembali, Alberto Gonçalves!” tulis manajemen PSIS.
Meski usia Beto kini menginjak 44 tahun, kontribusinya masih terjaga. Bersama Persela musim ini, dia tampil 10 kali dengan satu gol dan satu assist. Pengalamannya di sepak bola nasional sangat kaya.
Bersama Madura United, Beto mencatatkan 105 penampilan dengan 47 gol dan 18 assist. Di Sriwijaya FC, ia mencetak 37 gol dari 70 laga. Saat berseragam Arema Cronus, Beto mengoleksi 27 gol, sementara bersama Persipura Jayapura ia membukukan 24 gol dari 39 pertandingan.
Asisten Manager PSIS Semarang, Reza, mengatakan bahwa kedatangan Beto diharapkan mampu membawa dampak positif bagi tim. “Hari ini kami mendatangkan striker senior Alberto Goncalves yang sudah malang melintang di beberapa tim Indonesia. Harapannya sosok Beto bisa memberi kontribusi untuk PSIS dengan pengalaman dan kemampuan yang dia miliki,” ujar Reza.
Tak berhenti di situ, PSIS juga menambah kekuatan dengan merekrut Tegar Infantrie (eks Persita Tangerang), Fahmi Al Ayyubi (eks Gresik United), serta Gustur Cahyo Putro (eks PSMS Medan).
Namun, datangnya wajah-wajah baru juga diiringi perpisahan. Manajemen PSIS resmi melepas beberapa pemain, di antaranya Ade Ivan, Widi Syarief, Basajum Latuconsina, dan Zico Uldha.
Jor-jorannya Laskar Mahesa Jenar saat ini tentu jadi misi penyelamatan PSIS dari jurang degradasi. Saat ini PSIS jadi juru kunci grup 2 di Liga 2. Dari 12 laga yang sudah dijalani, PSIS baru menabung 5 poin dari hasil sekali menang dan 2 kali seri. Sisanya sembilan laga berakhir dengan kekalahan.
Bursa transfer ini menegaskan satu hal: PSIS Semarang benar-benar serius membangun kekuatan, dengan aroma Lamongan yang kini kental terasa di Kota Lumpia. (nik)
Editor : Niko auglandy