Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Empat Suporter Perempuan Sesak Napas, Panpel Persis Solo Ungkap Fakta Baru Insiden Flare: Ancaman Sanksi Menanti, Bisa Saja Tanpa Penonton atau Denda

Antonius Christian • Senin, 5 Januari 2026 | 14:55 WIB
Suporter menyalakan flare saat laga Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu sore (4/1/2026).
Suporter menyalakan flare saat laga Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu sore (4/1/2026).

RADARSOLO.COM - Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persis Solo mengakui adanya aksi penyalaan flare oleh oknum suporter saat laga Persis Solo kontra Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu (4/1/2026). Meski demikian, panpel menegaskan telah melakukan pengamanan maksimal dengan prosedur ketat sebelum dan selama pertandingan berlangsung.

Ketua Panpel Persis Solo Ginda Ferachtriawan mengatakan, pemeriksaan berlapis telah diterapkan di seluruh pintu masuk stadion, termasuk body checking terhadap penonton. Langkah tersebut merupakan prosedur standar yang selalu dijalankan dalam setiap laga kandang Persis.

“Seperti biasa, kami sudah melakukan body checking dan pemeriksaan menyeluruh. Itu sudah menjadi prosedur tetap setiap pertandingan kandang Persis,” kata Ginda, Senin (5/1).

Meski pengamanan diperketat, pria yang juga menjabar sebagai direktur utama Persis Solo ini mengakui masih ada flare yang berhasil dinyalakan di dalam stadion. Namun, dia menegaskan jumlah flare yang berhasil diamankan petugas jauh lebih banyak dibandingkan yang sempat menyala di tribun.

“Kami menyayangkan kenapa masih ada yang menyalakan flare. Tapi kalau dibandingkan, flare yang menyala dengan yang berhasil kami amankan, jumlah yang kami amankan jauh lebih banyak, hampir 80 buah,” ungkapnya.

Panpel memahami kekecewaan suporter terhadap performa tim di lapangan. Namun Ginda menegaskan, ekspresi tersebut seharusnya disampaikan dengan cara yang positif dan tidak melanggar regulasi.

“Aspirasi dan keprihatinan terhadap tim kami pahami dan kami apresiasi. Tapi kenapa harus dengan menyalakan flare, ini yang kami sayangkan,” tegasnya.

Terkait potensi sanksi, Ginda memprediksi Persis Solo tetap akan mendapatkan hukuman dari operator liga. Bentuk sanksi bisa berupa sanksi administratif hingga denda finansial.

“Kalau melihat regulasi, saya prediksi pasti akan ada sanksi. Bisa sanksi administratif seperti pertandingan tanpa penonton, atau sanksi denda,” jelasnya.

Meski demikian, panpel berharap sanksi yang dijatuhkan bersifat ringan karena tidak terjadi insiden fatal ataupun chaos selama pertandingan berlangsung.

“Kami berharap sanksinya ringan. Tidak ada kejadian fatal, tidak ada kericuhan. Situasi bisa langsung kami minimalisir dan pertandingan tetap selesai dengan aman,” ujarnya.

Ginda memastikan proses pembubaran penonton berjalan tertib. Seluruh suporter dapat meninggalkan Stadion Manahan dengan aman tanpa gangguan berarti.

Namun panpel mencatat adanya empat orang suporter perempuan yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat mengalami sesak napas. Seluruhnya ditangani langsung oleh tim medis di ambulans yang siaga di stadion dan tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.

“Ada empat suporter perempuan yang mendapat perawatan pertama. Langsung ditangani di ambulans, tidak sampai dibawa ke rumah sakit,” jelas Ginda.

Panpel masih mendalami penyebab sesak napas tersebut, apakah akibat asap flare atau kondisi berdesakan saat penonton meninggalkan stadion.

Ginda juga membenarkan adanya flare yang sempat dilempar ke pinggir lapangan. Namun petugas langsung bergerak cepat untuk mengamankan dan memadamkannya.

“Memang sempat ada yang dilempar ke pinggir lapangan, tapi langsung kami amankan dan padamkan. Kami tahu laga ini cukup sensitif,” katanya.

Soal dugaan kecolongan, Ginda menilai kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi, bukan kegagalan total pengamanan.

“Kalau melihat ada flare yang menyala, mungkin disebut kecolongan. Tapi jika melihat jumlah flare yang kami amankan jauh lebih banyak, ini menjadi evaluasi, bukan kegagalan,” tegasnya.

Ke depan, panpel berjanji akan memperketat pengamanan di seluruh lini, termasuk terhadap panpel dan pihak ketiga yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Ke depan, pemeriksaan akan lebih maksimal. Bahkan panpel dan pihak ketiga juga akan kami periksa,” ungkapnya.

Untuk laga berikutnya, panpel tidak berencana menambah jumlah steward, namun akan memperluas titik penempatan personel agar tidak ada celah pengamanan.

“Bukan menambah personel, tapi memperluas penempatan. Supaya tidak ada titik bocor,” pungkasnya.

Panpel juga kembali mengingatkan bahwa Stadion Manahan merupakan stadion tertutup, sehingga penyalaan flare sangat berbahaya dan berisiko mengganggu kesehatan penonton lain, terutama yang sensitif terhadap pernapasan.

“Stadion Manahan full tertutup. Kalau flare menyala, bisa menyebabkan sesak dan mengganggu penonton lain. Ini yang ingin kami hindari,” tandas Ginda. (atn/nik)

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#pssi #Super League #sanksi komdis #persis solo #liga 1 #Flare #Euforia #Persita Tangerang #suporter