Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Resmi! PSSI DIY Larang Pemain KAFI FC Beraktivitas Seumur Hidup Efek Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY

Niko auglandy • Kamis, 8 Januari 2026 | 01:05 WIB
tendangan kungfu pemain Kafi FC saat melWan UAD FC dalam laga Liga 4 zona DIY di Lapangan Sitimulyo, 6 Januari 2026.
tendangan kungfu pemain Kafi FC saat melWan UAD FC dalam laga Liga 4 zona DIY di Lapangan Sitimulyo, 6 Januari 2026.

RADARSOLO.COM - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah tegas menyikapi insiden kekerasan yang mencoreng kompetisi Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025/2026. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @pssidiy pada Rabu malam, 7 Januari 2026.

Dalam Keputusan Panitia Disiplin Liga 4 Piala Gubernur DIY Nomor: 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/1/2026, pemain KAFI FC bernomor punggung 2, Dwi Pilihanto Nugroho, dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 48 jo Pasal 49 jo Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Atas pelanggaran tersebut, Komisi Disiplin PSSI DIY menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar Rp1.000.000 serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup. Sanksi ini menjadi salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan di kompetisi Liga 4 musim ini.

Selain menjatuhkan hukuman kepada pemain, PSSI DIY juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan. Melalui keputusan yang sama, Komite Wasit PSSI DIY akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap wasit serta perangkat pertandingan yang bertugas.

Tak hanya itu, PSSI DIY juga akan menggelar penyegaran kembali penerapan Laws of the Game dan regulasi pertandingan secara menyeluruh di lingkungan sepak bola DIY.

Tak lama setelah keputusan tersebut diterbitkan, KAFI FC Jogja memberikan respons resmi. Melalui akun Instagram @kafi.jogja, manajemen klub menyatakan menerima sepenuhnya keputusan Komisi Disiplin PSSI DIY.

Dalam pernyataan resminya, KAFI FC menegaskan telah memberhentikan Dwi Pilihanto Nugroho sebagai pemain klub, sekaligus menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang mencederai nilai sportivitas.

“Kami menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY. Tim KAFI juga memutuskan memberhentikan saudara Dwi Pilihanto Nugroho sebagai pemain karena terbukti melanggar kode disiplin PSSI 2025,” tulis pernyataan resmi klub.

Manajemen KAFI FC juga menyampaikan doa agar pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, segera pulih dan dapat kembali berlatih.

Klub menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi fair play serta tidak mentolerir tindakan yang mencederai nilai-nilai sportivitas, sembari membuka diri terhadap masukan sebagai klub yang baru berkembang.

Seperti diketahui publik, Liga 4 Indonesia kembali menjadi sorotan negatif setelah insiden kekerasan tersebut mencuat ke media sosial. Dalam pertandingan antara KAFI FC Jogja melawan UAD FC di Lapangan Sitimulyo, Selasa (6/1/2026), terjadi aksi berbahaya pada menit ke-73.

Saat itu, Dwi Aan berusaha menyapu bola. Namun, kakinya terangkat terlalu tinggi hingga menghantam wajah Amirul (nomor punggung 24). Amirul langsung terkapar di lapangan sambil memegangi wajahnya.

Informasi terbaru menyebutkan Amirul mengalami luka di bagian mulut dan merasakan nyeri hebat saat membuka rahang. Keputusan wasit Nopendi, yang hanya memberikan kartu kuning atas insiden tersebut, kemudian menuai kritik tajam dari warganet setelah video kejadian viral di media sosial.

Kasus ini terjadi hanya berselang satu hari setelah insiden serupa di Liga 4 Jawa Timur yang berujung pada sanksi larangan seumur hidup bagi pelakunya. Rentetan peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penegakan disiplin dan perlindungan keselamatan pemain di kompetisi sepak bola level bawah. (nik) 

 

 



Editor : Niko auglandy
#liga 4 #diy #larangan #tendangan #kafi fc #kungfu #seumur hidup #UAD