Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persikutim Terancam Terdegradasi, Kebobolan Gol Persika Karanganyar di Detik Ke-35 Runtuhkan Mental: Hasil di Liga 3 Buat Eks Persis Solo Kecewa

Niko auglandy • Kamis, 8 Januari 2026 | 12:15 WIB
Laga Persika Karanganyar vs Persikutim United di Stadion UNS, Rabu malam (7/1/2026).
Laga Persika Karanganyar vs Persikutim United di Stadion UNS, Rabu malam (7/1/2026).

RADARSOLO.COM – Kekalahan Persikutim United dengan skor 1-2 dari Persika Karanganyar di Stadion UNS, Solo, Rabu (7/1/2026), membuat persaingan klasemen Liga Nusantara 2025/2026 Grup C kian memanas.

Hasil laga putaran ketiga babak penyisihan itu memberi dampak signifikan terhadap komposisi papan atas hingga zona bawah klasemen.

Tambahan tiga poin membuat Persika Karanganyar tetap kokoh di posisi kedua klasemen dengan 16 poin, hanya terpaut satu angka dari RANS Nusantara FC yang masih bertengger di puncak dengan koleksi 17 poin.

Dari sembilan pertandingan, Persika mencatatkan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan, menjaga asa lolos ke fase berikutnya tetap terbuka lebar.

Situasi di papan atas kian panas setelah Persibo Bojonegoro meraih kemenangan 2-0 atas RANS Nusantara FC pada pekan yang sama. Wakil Jawa Timur itu kini mengoleksi 12 poin, sekaligus meramaikan persaingan zona perebutan tiket lolos.

Di bawah Persibo, Sang Maestro menguntit dengan raihan 11 poin, membuat jarak antartim di papan tengah hingga atas semakin rapat.

Kondisi berbanding terbalik dialami Persikutim United. Wakil Kalimantan Timur tersebut masih terpuruk di dasar klasemen dengan tiga poin.

Dari sembilan laga, Persikutim belum sekali pun meraih kemenangan, dengan catatan tiga hasil seri dan enam kekalahan.

Buruknya performa itu membuat ancaman degradasi kian nyata menghantui Persikutim.

Dalam pertandingan melawan Persika, Persikutim sebenarnya sempat bangkit.

Gol cepat Persika yang tercipta di detik ke-35 serta gol penalti pada menit ke-29 disebut menjadi pukulan mental bagi pemain Persikutim.

Meski sempat menyamakan kedudukan lewat Sholeh Yoga Febrianto pada menit ke-28, gol tersebut tak cukup menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Pelatih Persikutim United Basri Badussalam mengakui, timnya kurang beruntung dalam laga tersebut.

Dia menilai gol cepat Persika terjadi akibat kurangnya konsentrasi pemain di awal laga.

“Gol di menit awal mungkin karena miskomunikasi pemain kami. Konsentrasi belum sepenuhnya siap. Kami sempat membalas, tapi beberapa menit kemudian kembali kebobolan,” ujar Basri.

Dia menegaskan hasil ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Sebenarnya kami sudah mengantisipasi laga ini, tapi memang ada beberapa hal di luar prediksi. Kami harus terbuka dan berbenah. Masih ada beberapa laga sisa yang harus dimaksimalkan. Dari awal kompetisi kami ingin lolos, tapi kembali lagi, yang menentukan adalah di lapangan,” tambahnya.

Senada, Kapten Persikutim United Johan Yoga Utama tak menutupi kekecewaannya. Dia menilai seluruh pemain sudah berjuang maksimal, namun fokus sejak menit awal masih menjadi pekerjaan rumah.

“Kami sebagai pemain tentu kecewa. Kami sudah berjuang mati-matian. Ke depan kami harus lebih fokus sejak menit awal. Sebagai kapten, saya akan terus memberi motivasi kepada rekan-rekan untuk menjalani sisa laga dengan semaksimal mungkin,” tegas eks bomber Persis Solo, PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya tersebut. (nik) 

 

 



Editor : Niko auglandy
#Gol Cepat #Johan Yoga #Liga 3 #Persika Karanganyar #liga nusantara #degradasi #Irfan Afghoni #Persikutim #Yanuar Baehaki