RADARSOLO.COM — Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 mulai memasuki fase genting. Hampir seluruh tim telah menjalani dua pertandingan di babak penyisihan grup. Artinya, kompetisi sudah mendekati separuh jalan dan setiap poin kini menjadi sangat krusial.
Dengan format pertandingan kandang dan tandang, setiap tim dituntut memaksimalkan peluang demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Persaingan ketat pun mulai terlihat, khususnya di Grup A yang menyajikan duel sengit sejak pekan awal.
Di Grup A Liga 4 Jateng, Persikaba Blora sementara memimpin klasemen dengan koleksi empat poin hasil satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Posisi puncak tersebut tidak diraih dengan mudah, mengingat tekanan dari pesaing terdekat terus mengintai.
Menariknya, Persiharjo Sukoharjo yang berada di posisi kedua juga mengoleksi poin yang sama, yakni empat angka. Dari sisi produktivitas juga berimbang.
Persiharjo sebelumnya tampil impresif saat menaklukkan PSIR Rembang dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo pada 3 Januari lalu. Namun, saat menjalani laga tandang, langkah mereka tertahan setelah bermain imbang 1-1 melawan Persikaba Blora.
Persaingan Grup A semakin memanas setelah PSIR Rembang bangkit dan meraih kemenangan telak 3-0 atas Safin Pati FC.
Tambahan tiga poin tersebut membuat PSIR kini menempati posisi ketiga klasemen dengan koleksi tiga poin dan tetap berada dalam jalur persaingan.
Di sisi lain, situasi sulit justru dialami Safin Pati FC. Tim ini menjadi satu-satunya kontestan Grup A yang belum meraih poin setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Meski peluang lolos secara matematis masih terbuka, Safin Pati wajib menyapu bersih empat laga tersisa jika ingin menjaga asa.
Namun, tugas berat langsung menanti. Pada laga berikutnya, Safin Pati dijadwalkan bertandang ke markas Persiharjo Sukoharjo pada 11 Januari mendatang.
Persiharjo yang belum tersentuh kekalahan musim ini tentu ingin mempersembahkan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Kondisi tersebut membuat Safin Pati berada dalam tekanan besar dan berpotensi kembali menjadi bulan-bulanan tuan rumah jika tak segera berbenah. (nik)