RADARSOLO.COM - Persaingan Grup B Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 kian menegangkan.
Empat tim peserta sudah menjalani dua pertandingan di babak penyisihan, membuat peta kekuatan mulai terlihat jelas dan setiap laga ke depan bernilai krusial.
PSD Demak tampil paling meyakinkan sejauh ini. Tim asal Kota Wali tersebut memuncaki klasemen sementara dengan raihan sempurna enam poin.
Dua kemenangan beruntun berhasil mereka catatkan, masing-masing saat menundukkan Revo FC dengan skor telak 6-2 dan mengalahkan PSIK Klaten 1-0.
Hasil itu menempatkan PSD Demak sebagai capolista Grup B dengan catatan belum pernah seri maupun kalah.
Di bawah PSD Demak, persaingan papan tengah berlangsung ketat.
PSIK Klaten dan Revo FC sama-sama mengoleksi tiga poin hasil satu kemenangan dan satu kekalahan.
Menariknya, kedua tim dijadwalkan saling berhadapan pada pekan ini, Sabtu (11/1/2026), di Stadion Trikoyo. Duel tersebut dipastikan menjadi laga penentu dalam perebutan posisi kedua klasemen.
Secara performa, PSIK Klaten sejatinya tampil impresif. Mereka membuka kompetisi Liga 4 Jateng dengan kemenangan mencolok 7-0 atas Wisesa FC Semarang pada 3 Januari lalu.
Namun, momentum tersebut sedikit terhenti saat PSIK harus menelan kekalahan tipis 0-1 kala bertandang ke markas PSD Demak, 7 Januari 2026.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Laskar Harimau Merapi—julukan PSIK Klaten—untuk menghadapi empat laga sisa di babak penyisihan Grup B.
Konsistensi akan menjadi kunci jika mereka ingin mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Sementara itu, kondisi kurang ideal justru dialami Wisesa FC Semarang.
Dari empat tim di Grup B, Wisesa menjadi satu-satunya tim yang belum meraih poin.
Mereka menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari PSIK Klaten dan Revo FC, sehingga harus terpuruk di dasar klasemen.
Tantangan berat kembali menanti Wisesa FC pada pekan ini.
Mereka dijadwalkan menghadapi PSD Demak yang tengah berada dalam performa terbaik.
Dengan kondisi tersebut, peluang Wisesa untuk kembali menelan kekalahan terbuka lebar jika tidak mampu segera bangkit dan memperbaiki performa. (nik)
Editor : Niko auglandy