Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Tur Ferroviario Mozambik ke Indonesia Part #1: Dari Hongkong, Saigon dan Merapat ke Jawa

Niko auglandy • Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:58 WIB
CARI PENGALAMAN: Skuad Ferroviario dari Mozambik saat jalani tur ke Indonesia pada 1955-1956.
CARI PENGALAMAN: Skuad Ferroviario dari Mozambik saat jalani tur ke Indonesia pada 1955-1956.

RADARSOLO.COM - Ferroviario, juara bertahan Liga Distrik Lourenço Marques—ibu kota Mozambik yang masih berstatus koloni Portugis pada dekade 1950-an—melakukan tur Asia pada akhir 1955 hingga awal 1956.

Dalam arsip surat kabar lawas, klub ini kerap hanya disebut sederhana sebagai “Mozambik”, tanpa penyebutan nama klub secara lengkap, padahal yang dimaksus adalah Ferroviário yang tengah jalani tur ke Indonesia

Redaktur Olahraga Nikko Auglandy Urdiyan dalam penelusudan sejarah dari arsip koran lawas yang terbit di 1950an, didapat informasi bahwa Tur Asia menjadi ajang uji kekuatan Ferroviário menghadapi sejumlah tim regional di Asia Timur dan Asia Tenggara. Rangkaian laga diawali di Hong Kong, tempat Ferroviário langsung dihadapkan pada lawan-lawan tangguh.

Pada 3 Desember 1955, Ferroviário harus mengakui keunggulan Hong Kong All dengan skor 1-2, setelah tertinggal 1-2 di babak pertama.

Sehari berselang, mereka bangkit dan menahan imbang Hong Kong Selection 1-1. Namun, hasil kurang memuaskan kembali didapat saat menghadapi Gabungan Chinese Hong Kong yang berakhir dengan kekalahan 0-3 pada 7 Desember 1955.

Selepas dari Hong Kong, performa Ferroviário mulai membaik. Di Makau, mereka mencatat kemenangan meyakinkan 3-1.

Tur kemudian berlanjut ke Saigon, di mana Ferroviário menjalani tiga laga beruntun. Dua pertandingan pertama berakhir tanpa gol, sebelum akhirnya ditutup dengan hasil imbang 1-1 pada laga ketiga.

Rangkaian hasil ini menjadi pemanasan penting bagi Ferroviário sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia, yang kelak menjadi salah satu etape paling bersejarah dalam tur Asia mereka. (bersambung ke part #2)

Editor : Niko auglandy
#jawa #Ferroviario #tur