RADARSOLO.COM - Isu mengenai besaran gaji John Herdman kembali ramai diperbincangkan publik sepak bola Tanah Air.
Pelatih anyar Timnas Indonesia itu disebut-sebut menerima bayaran lebih rendah dibanding dua pendahulunya, Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong (STY). Benarkah demikian?
John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dalam acara yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Pelatih asal Inggris tersebut ditunjuk PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert, dengan kontrak berdurasi dua tahun dan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya.
Target yang dibebankan kepada Herdman tidak main-main.
Ia diharapkan mampu membangun fondasi kuat Timnas Indonesia hingga membawa Skuad Garuda bersaing di level tertinggi Asia, bahkan membuka peluang lolos ke Piala Dunia 2030.
Namun di tengah euforia penunjukan tersebut, muncul perbincangan di media sosial terkait nilai kontrak Herdman.
Sejumlah pihak mengklaim gaji Herdman lebih kecil dibandingkan Patrick Kluivert maupun Shin Tae-yong alias STY.
Dalam berbagai spekulasi yang beredar, STY disebut menerima gaji sekira Rp1,9 miliar per bulan.
Sementara Patrick Kluivert berada di kisaran Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.
Adapun John Herdman dikabarkan hanya digaji sekitar Rp600–700 juta per bulan.
Jika angka itu benar, maka gaji pelatih baru Timnas Indonesia ini hanya sekira setengah dari upah pelatih sebelumnya.
Menanggapi isu tersebut, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menegaskan bahwa detail kontrak pelatih bukanlah informasi yang bisa dibuka ke publik secara rinci.
“Kita harus tahu kalau kita mengambil pelatih, itu bukan hanya satu orang. Ada tim pelatih yang ikut datang. Jadi nilai kontraknya juga mencakup tim tersebut,” ujar Arya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak semua pihak di internal federasi mengetahui detail gaji masing-masing individu.
“Kita juga tidak tahu gaji masing-masing orang secara detail,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah media asing sempat mengulas nilai kontrak John Herdman di Indonesia.
Media Kanada, canadiansoccerdaily.com beberapa waktu lalu melaporkan bahwa PSSI menawarkan gaji sekitar 40.000 dolar Amerika Serikat per bulan kepada Herdman, atau setara sekitar Rp670 juta.
Laporan serupa juga dimuat oleh media Kanada lainnya, Waking The Red.
Media tersebut menyebut bahwa faktor finansial menjadi salah satu pertimbangan utama Herdman menerima pinangan PSSI.
“Uang dan waktu yang tepat tampaknya memainkan peran besar dalam kembalinya John Herdman ke manajemen internasional,” tulis Waking The Red.
Baca Juga: Pelatih Persis Solo: Kami Belum Selamat
Informasi ini diperkuat oleh jurnalis Kanada Ben Steiner melalui akun media sosial X.
Ia menyebut bahwa kesepakatan antara Herdman dan PSSI telah mencakup nilai gaji bulanan sejak awal penunjukan.
“Menurut laporan, John Herdman telah diangkat sebagai pelatih kepala tim nasional putra Indonesia dan dilaporkan akan menerima gaji sebesar USD40.000 per bulan, dengan peran tersebut dimulai pada tahun 2026,” tulis Ben Steiner.
Berdasarkan laporan Waking The Red, kontrak Herdman bersama PSSI berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun hingga 2030.
Dengan skema tersebut, Herdman diperkirakan menerima pendapatan sekitar Rp8 miliar per tahun atau Rp16,1 miliar untuk dua tahun pertama.
Jika kontraknya diperpanjang hingga empat tahun penuh, total pendapatan yang diterima Herdman disebut bisa mencapai sekitar Rp32,2 miliar.
Tugas Berat John Herdman
Pada tahun 2026, jadwal Herdman bersama Timnas Indonesia dipastikan cukup padat.
Tim Merah Putih akan menghadapi FIFA Series pada Maret, disusul Piala AFF di pertengahan tahun.
Ajang-ajang tersebut diyakini menjadi fase penting bagi Herdman untuk meracik komposisi terbaik sebelum menatap Piala Asia 2027 dan target besar lainnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria