RADARSOLO.COM - Setelah menyelesaikan rangkaian laga di Jakarta dan Bandung, tur Ferroviário asal Mozambik pada 1955–1956 berlanjut ke Pulau Sumatera. Kota Padang menjadi tujuan berikutnya. Namun, lawatan ke Ranah Minang justru berakhir pahit bagi tim tamu.
Pada 28 Desember 1955, Ferroviário bertandang ke Padang untuk menghadapi PSP Padang. Hasilnya di luar dugaan.
Klub tamu dibuat tak berkutik dan harus menyerah telak 1-5, setelah lebih dulu tertinggal 0-2 di babak pertama.
PSP Padang langsung tampil agresif sejak awal laga. Gol pembuka tercipta pada menit ke-15, memecah kebuntuan sekaligus membakar semangat tuan rumah.
Tekanan berlanjut hingga akhirnya Arifin menggandakan keunggulan PSP lewat golnya pada menit ke-36. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi PSP Padang semakin tak terbendung. Nong memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-54.
Hanya berselang dua menit, Arifin kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa PSP unggul 4-0 pada menit ke-56.
Ferroviário yang terus tertekan kesulitan mengembangkan permainan. Menjelang akhir laga, Nazarwin menambah penderitaan tim tamu lewat gol kelima PSP pada menit ke-87.
Ferroviário baru mampu mencetak gol hiburan di menit ke-90, mengubah skor akhir menjadi 5-1 untuk kemenangan telak PSP Padang.
Dalam pertandingan tersebut, PSP Padang menurunkan Amir sebagai penjaga gawang sebelum digantikan Zainuddin pada menit ke-75. Sementara Ferroviário kembali harus menelan kekalahan besar dalam rangkaian tur mereka di Indonesia.
Kekalahan di Padang ini menjadi salah satu hasil terburuk Ferroviário selama tur Asia 1955–1956, sekaligus menegaskan kekuatan klub-klub lokal Indonesia dalam menghadapi tim asing pada era tersebut. (bersambung ke part #5)
Editor : Niko auglandy