RADARSOLO.COM — Setelah cukup lama tak terlihat mengawal Persis Solo secara langsung, pemilik klub Kaesang Pangarep akhirnya kembali muncul di lingkungan tim Laskar Sambernyawa. Kehadiran Kaesang terlihat saat sesi latihan tertutup Persis Solo, usai menjalani laga tandang di Padang.
Kaesang hadir bersama Komisaris PT Persis Solo Saestu Adityo Rimbo. Di hadapan para pemain, Kaesang tak sekadar memantau latihan, tetapi juga menyampaikan pesan secara terbuka. Ia bahkan memperkenalkan diri dan menyampaikan permintaan maaf karena dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa mendampingi tim secara langsung.
“Terima kasih untuk semuanya yang sudah tergabung di Persis Solo. Saya minta maaf, dua tahun terakhir saya tidak selalu bersama teman-teman di Solo untuk mengawal tim secara langsung,” ujar Kaesang, dikutip dari video resmi klub.
Kembalinya Kaesang ke lingkungan tim menandai perubahan sikap pemilik klub di tengah kondisi Persis yang sedang tidak ideal. Sejak akhir tahun lalu, Kaesang juga telah melakukan langkah besar di tubuh manajemen dengan memasukkan dua sosok baru, yakni Saestu Adityo Rimbo dan Ginda Ferachtriawan.
Ginda yang sebelumnya menjabat Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Utama Persis Solo. Hadirnya dua figur baru ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola manajerial klub yang selama ini menuai sorotan.
“Saya ubah manajemen. Sekarang ada sepupu saya, Mas Rimbo. Tenang saja, saya sekarang ada di sini lagi,” tutur Kaesang.
Seperti diketahui, sejak ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2023, Kaesang memang menjaga jarak dari aktivitas harian Persis Solo.
Dia tak lagi rutin hadir di sesi latihan maupun pertandingan, berbeda dengan era Liga 2 2021, ketika Kaesang bersama Kevin Nugroho hampir selalu terlihat di tribun VIP mendampingi tim.
Kini, Kaesang mengaku siap kembali mengawal Persis secara lebih intens. Situasi Laskar Sambernyawa yang masih terjebak di zona degradasi BRI Super League 2025/2026 menjadi alasan kuat di balik langkah tersebut.
Bukan persoalan finansial yang menjadi masalah utama, melainkan performa dan situasi tim yang belum stabil. Dengan sisa putaran kedua yang kian menipis, Persis dituntut bangkit jika tak ingin terdegradasi ke Liga 2.
Kaesang tetap menaruh optimisme terhadap skuad yang ada saat ini. Dia yakin para pemain akan berjuang maksimal demi menjaga harga diri klub.
“Mainlah dengan hati dan kerja keras. Insyaallah kita tetap di Liga 1 dan bertahan di sini,” pungkasnya.
Temui Suporter, Kaesang Buka Suara
Tak hanya di lingkungan tim, Kaesang juga sebelumnya menemui perwakilan suporter Persis Solo dalam pertemuan tertutup di Solo, 9 Januari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Kaesang didampingi Adityo Rimbo, Ginda Ferachtriawan, serta eks manajer Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri, yang belakangan disebut ikut bergabung dalam struktur manajerial Persis saat ini.
Di hadapan suporter, Kaesang kembali menyampaikan permintaan maaf karena tak bisa mengawal Persis Solo secara langsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Pertama saya minta maaf kepada suporter karena kinerja manajemen belum maksimal. Saya sekarang juga punya kesibukan lain dan sering di Jakarta. Sekarang saya bukan hanya orang Solo, tapi orang Indonesia karena harus mengurus urusan partai,” ujar Kaesang.
Meski aktif di dunia politik, Kaesang menegaskan sejak awal berkomitmen untuk tidak mencampuradukkan urusan politik dengan sepak bola.
“Dari awal saya sudah komitmen tidak mencampuradukkan politik dengan bola,” tegasnya.
Selama Kaesang jarang terlihat, berbagai spekulasi liar sempat berkembang di publik. Mulai dari isu dirinya melepas Persis Solo hingga anggapan sudah bosan mengelola klub sepak bola. Isu tersebut pun dibantah langsung oleh Kaesang.
“Secara kepemilikan saya masih pegang kendali. Saya mau tanya dulu, apakah njenengan semua nyaman dengan posisi saya sebagai pemilik Persis dan Ketua Umum PSI? Saya tidak mungkin ingin Persis degradasi. Saya sudah mengeluarkan uang banyak,” tuturnya.
Kaesang menegaskan tetap berkomitmen bersama Persis Solo dan mengajak seluruh elemen, khususnya suporter, untuk berjalan bersama demi menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari ancaman degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy