RADARSOLO.COM - Tim asal Mozambik, Ferroviário, yang tengah menjalani tur ke Indonesia pada 1955–1956, benar-benar menunjukkan totalitas dan semangat juang tinggi.
Setelah menaklukkan Jakarta dan Bandung, serta melakoni laga berat di Padang, tim ini melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Jawa Timur.
Pada 31 Desember 1955, Ferroviário menghadapi Persebaya Surabaya, yang pada saat itu masih bernama Persibaja, di Stadion Tambaksari. Laga berjalan menegangkan sejak menit awal.
Persibaja sempat unggul 2-0 lebih dulu melalui brace Sukiran, membuat pendukung tuan rumah bergemuruh di tribun.
Namun, Ferroviário tak mau menyerah begitu saja. Memasuki babak kedua, serangan balik tim tamu mulai efektif. Pires menjadi bintang lapangan dengan aksi spektakulernya.
Pemain asal Mozambik itu sukses mencetak hat-trick, mengubah keadaan menjadi 3-2 untuk keunggulan Ferroviário.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor, tapi juga bukti mental baja Ferroviário yang mampu bangkit dari ketertinggalan, menghadapi tekanan tuan rumah, dan mencuri kemenangan dramatis di Surabaya.
Pertandingan ini menegaskan bahwa meskipun datang dari benua lain, Ferroviário siap memberikan perlawanan sengit dan menjadikan setiap laga tur di Indonesia sebagai panggung adu ketangguhan. (bersambung ke part #6)
Editor : Niko auglandy