RADARSOLO.COM - Klub asal Mozambik, Ferroviário, menutup rangkaian laga turnya di Pulau Jawa pada musim 1955–1956 dengan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Ikada—lokasi yang kini berdiri Monumen Nasional (Monas)—pada 3 Januari 1956.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija tampil dominan dan agresif. Babak pertama sepenuhnya dikuasai tim ibu kota.
Gol pembuka lahir pada menit ke-10 melalui Pattipeilohy, yang membuat Stadion Ikada bergemuruh.
Tak butuh waktu lama, Wim Pie menggandakan keunggulan menjadi 2-0, memaksa Ferroviário menghadapi tekanan berat sejak awal.
Memasuki babak kedua, Persija tak menurunkan tempo serangan. Wim Pie kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-46, disusul dua gol beruntun dari Djamiat (50’ dan 53’), menjadikan skor 5-0.
Ferroviário baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat penalti Pires di menit ke-53. Dua gol tambahan dari Onofre (75’) dan Veiga (88’) membuat skor akhir menjadi 5-3, namun tak cukup untuk mengubah kemenangan Persija.
Pertandingan ini menegaskan kelas Persija sebagai tim kuat ibu kota, sekaligus menutup tur Ferroviário di Pulau Jawa dengan catatan kemenangan dan kekalahan yang beragam, memberi pelajaran berharga bagi klub Mozambik tersebut.
Dalam laga tersebut, Persija Jakarta menurunkan sejumlah nama penting seperti Davies, Saelan, Dia Tjiang, Kiat Sek, hingga Djamiat yang tampil menonjol.
Sementara Ferroviário diperkuat pemain-pemain inti seperti Franco, Campelo, Pires, Amaral, hingga Veiga, yang juga berstatus sebagai kapten sekaligus pelatih tim.
Susunan Pemain:
Persija: Davies; Saelan [46’ Chaeruddin], Dia Tjiang, Bandi, Kiat Sek, Liong Hew; Wim Pie, Amir Shah [46’ Hamdani], Djamiat, Pattipeilohy, Hong Sing
Ferroviário: The Sa, Pontes, Franco, Pereira, Armando da Silva, Campelo, Ferreira, Onofre, Pires, Amaral, Veiga
Gol:
10’ Pattipeilohy 1-0, 2-0 Wim Pie, 46’ Wim Pie 3-0, 50’ Djamiat 4-0, 53’ Djamiat 5-0, 53’ Pires (pen) 5-1, 75’ Onofre 5-2, 88’ Veiga 5-3. (bersambung ke part #8)