RADARSOLO.COM – Kendal Tornado FC menghadapi tantangan tak ringan jelang laga lanjutan pekan ke-16 Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2).
Tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu dijadwalkan menjamu Persipal Palu di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (19/1/2026) malam.
Persiapan Kendal Tornado terbilang singkat. Pasalnya, pada laga sebelumnya mereka baru saja menelan kekalahan 1-3 dari Deltras FC, Minggu (11/1/2026).
Hasil tersebut tak hanya memengaruhi posisi di klasemen, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis para pemain.
Pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes mengakui fokus utama tim saat ini adalah memulihkan mental pemain agar kembali percaya diri menghadapi pertandingan penting tersebut.
“Sebetulnya persiapan kita tidak terlalu banyak dan kita juga mengalami hasil yang kurang baik melawan Deltras FC. Jadi di latihan kami berusaha memulihkan mental anak-anak,” ujar Stefan.
Selain pemulihan mental, Kendal Tornado FC juga melakukan evaluasi terhadap kekuatan lawan.
Stefan menyebut Persipal Palu kini tampil dengan wajah baru usai mendatangkan sejumlah pemain anyar yang berpotensi mengubah karakter permainan tim asal Sulawesi Tengah itu.
“Kami juga berusaha mengenali Persipal karena mereka banyak pemain baru. Mudah-mudahan besok anak-anak bisa tampil baik dan kami bisa mengambil poin,” lanjutnya.
Dari sisi kondisi pemain, Kendal Tornado FC masih harus kehilangan satu pilar. Taufiq Febriyanto, eks pemain Persis Solo, dipastikan belum bisa diturunkan karena masih dalam tahap pemulihan cedera.
“Masih Taufiq Febriyanto yang belum bisa ikut. Yang lainnya dalam kondisi baik dan siap bermain besok malam,” jelas Stefan.
Selain persoalan mental dan absennya pemain, Kendal Tornado FC juga masih dibayangi masalah klasik, yakni penyelesaian akhir. Meski kerap mampu menciptakan peluang, efektivitas lini serang dinilai belum maksimal.
Stefan mengakui bahwa persoalan finishing menjadi pekerjaan rumah sejak awal kompetisi. Kurangnya ketenangan saat berada di depan gawang kerap membuat peluang terbuang percuma.
“Untuk problem finishing memang kita sedikit bermasalah. Itu yang saya khawatirkan sejak awal kompetisi. Terutama di peluang-peluang itu masih kurang,” ungkapnya.
Sebagai solusi, tim pelatih terus mengintensifkan latihan penyelesaian akhir. Stefan berharap upaya tersebut bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain saat menghadapi situasi krusial di depan gawang lawan.
“Makanya di latihan kami terus melakukan drilling finishing. Semoga anak-anak besok bisa tampil lebih percaya diri,” pungkasnya.
Laga kontra Persipal Palu pun menjadi momentum penting bagi Kendal Tornado FC untuk bangkit dan kembali ke jalur positif.
Tambahan poin di kandang diharapkan mampu memperbaiki posisi di klasemen sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim di sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy