RADARSOLO.COM – Pertandingan terakhir Persika Karanganyar pada lanjutan pekan ke-14 Grup C Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) menghadapi Persibo Bojonegoro, Senin (19/1/2026), berakhir manis. Tim berjuluk Singo Lawu sukses meraih kemenangan sekaligus mengunci posisi juara Grup C.
Hujan deras yang turun sebelum kickoff cukup memengaruhi jalannya pertandingan. Kondisi lapangan yang tergenang membuat aliran bola tidak berjalan optimal dan memaksa kedua tim kesulitan mengembangkan permainan.
Situasi tersebut membuat laga berlangsung ketat dan skor kacamata 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persika Karanganyar tampil lebih dominan. Intensitas serangan meningkat dan tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil.
Kebuntuan pecah pada menit ke-73 melalui sepakan tendangan bebas indah Romadona Dwi Kusuma yang gagal diantisipasi kiper Persibo Bojonegoro.
Gol tersebut berdampak besar pada mental pemain Persibo. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuh Ahmad Bustomi.
Tiga menit berselang, Persika kembali menggandakan keunggulan. Alsa Gaus Kiat sukses mengecoh penjaga gawang lawan sebelum menceploskan bola ke gawang pada menit ke-76.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Persika Karanganyar tidak berubah. Hasil ini memastikan Persika keluar sebagai juara Grup C Liga Nusantara 2025/2026.
Kemenangan tersebut juga menegaskan dominasi Persika atas Persibo Bojonegoro musim ini. Dari tiga pertemuan resmi, Persika meraih dua kemenangan meyakinkan dan hanya sekali menelan kekalahan tipis.
Meski meraih kemenangan, Ahmad Bustomi mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya, khususnya di babak pertama.
“Pertama-tama saya bersyukur, alhamdulillah kemenangan yang luar biasa. Tapi jujur, saya masih kecewa dengan permainan di babak pertama. Menurut saya, itu bukan permainan Persika,” ujar Bustomi dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih berusia 40 tahun itu mengungkapkan, dia sempat meluapkan "emosi" di ruang ganti saat jeda pertandingan.
Dia menempa pemain dengan kata-kata motivasi untuk meningkatkan lagi spiritnya di lapangan agar bisa memenangkan pertandingan, di sisa laga.
Menurutnya, langkah tersebut perlu diambil agar pemain bisa bangkit di babak kedua.
“Saya memang agak emosi di locker room. Kalau tidak seperti itu, pemain saya bisa ‘tidur’. Alhamdulillah di babak kedua mereka bangun, bisa mengubah keadaan dan mencetak dua gol,” jelasnya.
Kendati berhasil mengamankan tiket ke fase gugur, Bustomi menilai timnya masih membutuhkan evaluasi mendalam.
Dia menyoroti winning mentality pemain yang menurutnya belum tampil konsisten sepanjang pertandingan.
“Winning mentality pemain saya belum konsisten. Sepak bola itu soal mental. Kalau mental bagus, penyelesaian juga bagus. Tapi kalau mental jelek, fisik cepat habis,” tegasnya.
Bustomi menegaskan bahwa mental bertanding adalah filosofi utama yang terus ia tanamkan kepada pemainnya.
“Nomor satu dalam kompetisi itu mental. Kalau punya winning mentality, walaupun capek pasti tetap dikejar. Itu filosofi saya,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Persika Karanganyar memastikan diri lolos ke babak 8 besar sebagai juara grup. Sementara itu, persaingan perebutan satu tiket tersisa dari Grup C masih berlangsung sengit.
RANS Nusantara FC, Persibo Bojonegoro, dan Sang Maestro FC masih memiliki peluang.
Penentuan akan terjadi pada laga pamungkas Grup C, Sabtu (24/1/2026), saat Sang Maestro FC menghadapi Persibo Bojonegoro dan RANS Nusantara FC ditantang Persikutim United.
Hasil kedua pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang menyusul Persika Karanganyar ke fase berikutnya. (hj/nik)