RADARSOLO.COM - Senin (19/1/2026) menjadi hari yang cukup sibuk bagi kompetisi sepak bola di Kota Solo. Dua laga dari level berbeda tersaji di dua stadion utama kota ini.
Pada sore hari, Stadion UNS menjadi saksi duel Liga Nusantara antara Persika Karanganyar melawan Persibo Bojonegoro.
Sementara itu, malam harinya giliran Stadion Sriwedari yang menggelar pertandingan Pegadaian Championship 2025/2026, saat Kendal Tornado FC menjamu Persipal Palu.
Menariknya, dua laga tersebut dihubungkan oleh satu nama yang sama: Yanuar Baehaki.
Penyerang muda ini menjadi figur penting di Persika Karanganyar musim ini, meski statusnya hanya sebagai pemain pinjaman dari Kendal Tornado FC.
Bagi Persika, kehadiran Baehaki jelas menjadi berkah.
Pasalnya, pemain berusia 23 tahun itu berlabel eks pemain terbaik Liga 3 musim lalu. Di bawah panji Laskar Singo Lawu, Baehaki langsung menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak yang tajam.
Hingga saat ini, Baehaki telah mencetak 6 gol, yang menempatkannya di peringkat keempat daftar top skor Liga Nusantara, kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia.
Catatan tersebut menegaskan perannya sebagai pemain kunci dalam ambisi Persika menembus fase selanjutnya.
Sebelum dipinjamkan, Baehaki juga tampil impresif bersama Kendal Tornado FC di Liga 3 musim 2024/2025. Dari 18 penampilan, ia mencetak 8 gol dan 2 assist, kontribusi penting yang mengantar Tornado meraih promosi ke Liga 2.
Namun, ketatnya persaingan di Liga 2 membuat Baehaki kesulitan menembus skuad utama.
Dia harus bersaing dengan nama-nama berpengalaman seperti Kushedya Hari Yudo, serta penyerang muda potensial Andy Harjito, yang menjadi andalan Tornado musim ini.
Manajemen Kendal Tornado FC menegaskan bahwa status Baehaki musim depan masih terbuka lebar, namun tetap bergantung pada persaingan internal tim.
“Untuk Yanuar Baehaki, musim depan dia kembali ke Kendal Tornado FC karena statusnya hanya dipinjamkan. Tapi soal jadi starter atau tidak, dia harus bersaing. Saat ini kami punya Andy Harjito. Jadi siapa pun yang ingin masuk 11 utama harus siap bersaing,” tegas pihak klub.
Jika dibandingkan secara statistik musim ini, Yanuar Baehaki unggul dari sisi produktivitas gol, meski kompetisi yang diikutinya berada satu tingkat di bawah Liga 2.
Di sisi lain, Andy Harjito bermain di level yang lebih kompetitif, dengan tuntutan fisik dan taktik yang lebih ketat.
Keduanya memiliki profil yang hampir serupa: usia muda (23–24 tahun), kaki dominan kanan, dan peran utama sebagai penyerang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy