RADARSOLO.COM – Persis Solo dalam dua pekan terakhir kerap disorot akibat aktivitas perombakan skuad yang cukup masif, terutama pada sektor perekrutan pemain.
Langkah ini tak lepas dari performa kurang memuaskan Laskar Sambernyawa pada paruh pertama BRI Super League 2025/2026.
Di tengah ramainya pemberitaan bursa transfer tersebut, kabar kurang menyenangkan datang dari internal tim.
Bek paling senior Persis Solo, Rian Miziar, mengalami cedera cukup serius saat menjalani sesi latihan di Pusporonggo, Boyolali.
Kabar cedera Rian Miziar disampaikan langsung melalui akun media sosial resmi Persis Solo pada Sabtu (17/1/2026).
“Persis mengirimkan doa terbaik bagi Rian Miziar agar diberi kelancaran dalam menjalani operasi cedera rahang hari ini. Semoga lekas pulih dan kembali lebih tangguh. Comeback stronger, Rian,” tulis akun ofisial Persis Solo.
Kronologi Cedera
Dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa cedera tersebut terjadi saat sesi latihan permainan tim. Insiden bermula ketika Rian melakukan sliding dan berbenturan dengan rekan setimnya.
“Kejadian terjadi saat latihan di Pusporonggo Boyolali, tepatnya pada sesi permainan tim. Rian Miziar berbenturan dengan salah satu pemain Persis Solo,” ujar dr. Iwan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Benturan tersebut tergolong keras lantaran posisi tubuh Rian saat terjatuh sangat tidak menguntungkan.
“Tabrakannya cukup parah. Rian dalam posisi sliding, sedangkan pemain yang ditabrak itu berbalik badan. Akhirnya pipi atau rahang kanan Rian berbenturan dengan lutut pemain tersebut. Benturannya keras sampai terdengar bunyi, dan Rian sempat tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Beruntung, Rian hanya kehilangan kesadaran selama beberapa detik. Namun saat diperiksa lebih lanjut, tim medis menemukan kondisi cedera yang cukup serius.
“Kami langsung menghampiri. Rian membuka mata, tetapi terjadi pendarahan cukup banyak di dalam mulut. Setelah dicek, ternyata rahangnya patah di dua tempat, posisi giginya bergeser dan tidak simetris,” ungkap dr. Iwan.
Penanganan Medis
Setelah kondisi Rian stabil dan mampu berkomunikasi meski tidak jelas, tim medis melakukan penanganan awal di lapangan.
“Kami bersihkan darah di sekitar mulut dan memastikan kondisinya stabil. Rian tidak mengeluh pusing maupun mual. Sekitar 10 menit kemudian dia bisa duduk, berganti baju, dan langsung kami bawa ke Rumah Sakit JIH Solo karena fasilitasnya lengkap dan mudah dijangkau,” lanjutnya.
Hasil pemeriksaan di rumah sakit memastikan Rian mengalami fraktur mandibula atau patah tulang rahang di dua titik. Cedera tersebut memaksanya menepi dari aktivitas tim, sementara durasi pemulihan belum dapat dipastikan oleh tim dokter.
Peran Rian Miziar di Persis
Meski berusia 35 tahun, Rian Miziar masih memegang peran penting di lini belakang Persis Solo. Pada musim ini, bek tengah berpengalaman tersebut telah tampil dalam 8 pertandingan, dengan 4 kali dipercaya sebagai starter.
Total 489 menit bermain—atau rata-rata 61 menit per laga—menunjukkan bahwa Rian kini berperan sebagai pelapis utama dalam struktur pertahanan Laskar Sambernyawa.
Dari sisi distribusi bola, Rian mencatatkan 20,1 umpan akurat per pertandingan dengan tingkat akurasi 81 persen. Ia juga melepaskan 2 umpan panjang akurat per laga dengan keberhasilan 46 persen. Namun, hingga kini ia belum mencatatkan gol maupun assist.
Kontribusi ofensifnya relatif minim, tercermin dari 0,3 tembakan per pertandingan, tanpa tembakan tepat sasaran, serta 0,1 key pass per laga.
Di sektor bertahan, Rian membukukan 5,3 balls recovered per pertandingan, rata-rata 0,6 clearance, dan 0,8 kali dilewati lawan per laga. Ia juga tercatat melakukan 4 kesalahan yang berujung peluang tembakan lawan sepanjang musim ini.
Dalam duel, Rian memenangkan 2,5 duel per pertandingan (38 persen), termasuk 1,4 duel udara per laga dengan tingkat kemenangan 55 persen.
Catatan tersebut menegaskan bahwa kehadiran Rian Miziar masih menjadi elemen penting bagi Persis Solo, terutama dari sisi pengalaman dan kepemimpinan.
Tantangan Bagi Persis
Absennya Rian Miziar akibat cedera rahang ini menjadi tantangan tersendiri bagi Persis Solo di tengah upaya pembenahan skuad pada paruh kedua musim.
Sebagai pemain paling senior dan figur pemimpin di lini belakang, kehilangan Rian berpotensi memengaruhi stabilitas pertahanan, khususnya dalam aspek komunikasi dan organisasi permainan.
Tim pelatih pun dituntut memaksimalkan opsi bek yang tersedia sambil menunggu proses pemulihan sang pemain agar dapat kembali memperkuat Laskar Sambernyawa.
Di musim ini, Rian sejatinya tak dapat tempat di posisi utama. Di pos bek tengah Persis lebih mengutamakan menerjunkan duet pemain asing Cleylton Santos dan Xandro Schenk. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy