RADARSOLO.COM - Laga terakhir babak penyisihan Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 yang digelar Rabu sore (21/1/2026) turut menyajikan drama menarik di Grup B. Persaingan perebutan tiket babak 16 besar berlangsung ketat hingga peluit akhir.
Bermain di Stadion Sultan Agung Demak, PSD Demak tampil solid saat menghadapi Wisesa FC. Tanpa banyak kesulitan, tuan rumah menutup fase grup dengan kemenangan 2-0, sekaligus memastikan diri sebagai pemuncak klasemen.
Drama justru tersaji di laga lain yang berlangsung di Stadion Citarum Semarang. Duel antara Revo FC kontra PSIK Klaten berjalan penuh tensi. PSIK Klaten sempat unggul nyaman 2-0 di babak pertama, namun keunggulan tersebut sirna setelah Revo FC bangkit di paruh kedua. Dua gol balasan Revo memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Hasil tersebut membuat PSD Demak finis sebagai juara Grup B dengan koleksi 14 poin. Dari enam laga, PSD mencatatkan empat kemenangan dan dua hasil imbang, tanpa sekalipun menelan kekalahan. Produktivitas mereka juga cukup impresif dengan 15 gol, sementara hanya enam kali kebobolan.
Di posisi kedua, PSIK Klaten mengamankan 11 poin hasil dari tiga kemenangan, dua seri, dan satu kekalahan. Tim asal Klaten itu tampil agresif sepanjang fase grup dengan torehan 19 gol, serta hanya kebobolan lima kali.
Sementara itu, Revo FC Semarang harus puas finis di peringkat ketiga dengan 8 poin (dua menang, dua seri, dua kalah). Nasib mereka belum sepenuhnya tertutup. Revo masih berpeluang lolos ke babak 16 besar lewat jalur peringkat tiga terbaik, meski harus menunggu hasil akhir dari grup lain.
Adapun posisi juru kunci ditempati Wisesa FC Semarang. Tim ini mengakhiri babak penyisihan tanpa satu pun poin setelah selalu kalah dalam enam laga. Wisesa hanya mampu mencetak lima gol dan sudah 19 kali kebobolan.
Dengan demikian, PSD Demak dan PSIK Klaten dipastikan lolos otomatis ke babak 16 besar. Sementara Revo FC Semarang kini hanya bisa menunggu kepastian, sembari berharap hasil laga terakhir Grup G yang baru akan rampung Kamis (22/1/2026) berpihak pada mereka. (nik)
Editor : Niko auglandy