Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bos Besar Datang, Ruang Ganti Persis Solo Berubah Total

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:57 WIB
Oqner Persis Solo Kaesang Pangarep bersama Komisaris PT PSS Aditya Rambo saat hadir menonton latihan Persis Solo.
Oqner Persis Solo Kaesang Pangarep bersama Komisaris PT PSS Aditya Rambo saat hadir menonton latihan Persis Solo.

RADARSOLO.COM – Persis Solo masih bergulat dengan krisis di paruh pertama BRI Super League 2025/2026.

Rentetan hasil buruk membuat Laskar Sambernyawa terjerembap di zona degradasi dan memicu gelombang kritik dari suporter.

Situasi genting ini akhirnya membuat pemilik klub, Kaesang Pangarep, turun gunung.

Kehadiran Kaesang untuk merespons kondisi klub mulai terlihat saat ia menemui perwakilan suporter Pasoepati, Jumat (9/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu menjadi wadah penyampaian lima poin tuntutan suporter kepada manajemen.

Intinya, Pasoepati meminta pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola klub hingga langkah strategis untuk menyelamatkan Persis dari jurang degradasi.

Tak berhenti di situ, Kaesang juga mendatangi langsung skuad Persis Solo. Ia hadir dalam sesi latihan tim di Lapangan Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026). Momen tersebut diunggah melalui akun resmi Instagram Persis Solo.

Di hadapan pemain dan staf pelatih, Kaesang memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan permintaan maaf karena tak mendampingi tim dalam dua tahun terakhir.

“Saya izin memperkenalkan diri dulu. Mungkin ada teman-teman yang belum kenal. Saya Kaesang Pangarep. Saya mau bilang terima kasih untuk semuanya yang sudah tergabung di Persis Solo. Saya juga minta maaf karena dua tahun terakhir saya enggak bersama teman-teman di Persis Solo,” ujar Kaesang.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk kembali aktif mendampingi klub, termasuk melakukan perombakan di tubuh manajemen.

“Kemarin saya ubah manajemennya, sekarang sudah ada sepupu saya, Mas Rimbo. Tapi tenang, saya sudah di sini lagi. Pokoknya main pakai hati, kerja keras, insyaallah hasilnya nanti lebih baik. Liga 1, semoga bisa bertahan,” imbuhnya.

Kehadiran Kaesang disebut membawa atmosfer berbeda di ruang ganti Persis.

Manajemen menilai, dukungan langsung dari pemilik klub mampu memompa kembali kepercayaan diri pemain yang sempat menurun akibat hasil buruk di putaran pertama.

Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengakui efek positif tersebut. Menurutnya, di tengah tekanan dan sorotan publik, kehadiran bos besar memberi rasa “dikawal” sekaligus menumbuhkan optimisme baru.

“Ndak usah jauh-jauh. Ketika saya dan Mas Rimbo hadir, memang diharapkan ada warna baru. Kita juga paham, secara komposisi pemain belum bisa banyak berubah. Pelatih hanya bisa diganti, tapi sekarang di bursa transfer kita sudah bisa mendatangkan pemain,” ungkap Ginda.

Dia menambahkan, Kaesang berkomitmen untuk terus mendampingi perjuangan Persis, meski memiliki banyak kesibukan di luar sepak bola.

“Mas Kaesang sudah menyampaikan akan hadir. Sudah terlihat di latihan, sudah bertemu suporter. Mudah-mudahan di beberapa pertandingan beliau bisa hadir, baik kandang maupun tandang. Yang jelas, beliau memberi warna baru,” pungkasnya.

Persis Solo kini berharap efek kehadiran Kaesang tak berhenti pada perubahan atmosfer semata. Putaran kedua masih panjang dan menuntut pembuktian nyata di lapangan.

Bursa transfer paruh musim sudah dimanfaatkan untuk menambal kebutuhan skuad. Kini, sorotan suporter tak lagi sekadar soal janji, melainkan hasil.

Ujian terdekat menanti akhir pekan ini. Persis Solo dijadwalkan menjamu Borneo FC pada Jumat (23/1/2026) di Stadion Manahan, Solo. Laga tersebut menjadi tolok ukur awal, apakah “warna baru” di tubuh Laskar Sambernyawa benar-benar berujung kebangkitan dan membuka jalan keluar dari zona degradasi. (hj/nik) 

 

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #kaesang #Ginda Ferachtriawan