Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tujuh Pemain Asing Menghilang, Debut Pemain Anyar Persis Solo Cukup Menjanjikan Walau Kalah dari Borneo FC

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:41 WIB
Pemain asing Persis Solo Miroslav Maričić saat melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026).
Pemain asing Persis Solo Miroslav Maričić saat melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026).

RADARSOLO.COM – Melanjutkan kiprah di putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Persis Solo langsung dihadapkan pada ujian berat. Laskar Sambernyawa harus menjamu Borneo FC, yang saat ini menempati papan atas klasemen, di Stadion Manahan, Solo, Jumat (23/1/2026).

Sayang, laga yang sarat tensi tersebut berakhir pahit bagi tuan rumah. Persis Solo harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor tipis 0-1.

Meski kalah, pertandingan ini menandai babak baru bagi Persis Solo. Tim kebanggaan Kota Bengawan itu memberikan debut kepada enam pemain anyar sekaligus.

Mereka adalah Alfriyanto Nico Saputro, pemain pinjaman dari Persija Jakarta, lalu tiga pemain asing asal Serbia. Vukasin Vranes yang langsung dipercaya mengawal gawang, Dusan Mijic di jantung pertahanan, serta Miroslav Maricic di sektor gelandang.

Ketiganya langsung menjadi tulang punggung baru Persis Solo. Sementara dua rekrutan lain, Yabes Roni dan Kadek Raditya, masuk dari bangku cadangan pada babak kedua.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada absennya tujuh pemain asing lama Persis Solo. Dalam laga ini, hanya Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka yang masuk daftar susunan pemain.

Nama-nama seperti Xandro Schenk, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Fuad Sule, Adriano Castanheira, Zulfahmi Arifin, hingga Gervane Kastaneer tak masuk daftar pemain, bahkan tidak terlihat dalam sesi latihan terakhir di Stadion Manahan sehari sebelumnya.

Situasi tersebut semakin menguatkan sinyal “cuci gudang” pemain asing di tubuh Persis Solo. Sebelumnya, manajemen memang telah mengisyaratkan bakal mendatangkan lima hingga tujuh pemain asing baru. Hingga kini, tiga nama sudah mendarat dan langsung dimainkan.

Sejak awal laga, Borneo FC tampil agresif. Sementara Persis Solo memilih bermain lebih disiplin, menunggu celah untuk melancarkan serangan balik cepat. Lima menit awal laga berjalan, belum ada peluang berbahaya yang tercipta.

Persis sebenarnya sempat mengejutkan publik Manahan. Pada menit ke-9, sundulan Dusan Mijic hasil tendangan bebas Miroslav Maricic sukses menjebol gawang Borneo FC. Namun, gol tersebut dianulir setelah VAR menyatakan Mijic berada dalam posisi offside.

Kehadiran pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, yang hadir bersama ayahnya Presiden RI ke-7 Joko Widodo di tribun VIP, sempat memberi suntikan semangat tersendiri bagi skuad Laskar Sambernyawa. Namun, Borneo FC justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu.

Pada menit ke-14, sepakan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti bersarang di pojok gawang Persis Solo dan tak mampu dihalau Vukasin Vranes. Skor berubah menjadi 0-1.

Setelah tertinggal, Persis terus mendapat tekanan. Borneo nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-17 lewat sepakan Astina yang masih melebar. Persis mencoba merespons. Pada menit ke-23, sundulan Dusan Mijic kembali mengancam gawang Borneo, namun Nadeo Argawinata tampil sigap menepis bola.

Peluang emas lainnya hadir pada menit ke-43. Tendangan bebas Miroslav Maricic sempat menghasilkan bola rebound setelah ditepis Nadeo, tetapi tak ada pemain Persis yang mampu memanfaatkannya. Hingga turun minum, skor tetap 0-1 untuk keunggulan Borneo FC.

Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil lebih berani. Peluang emas didapat Zanadin Faris pada menit ke-52, namun sepakannya dari luar kotak penalti masih melambung jauh.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, kemudian melakukan perubahan. Zanadin Faris dan Irfan Jauhari ditarik keluar, digantikan Yabes Roni dan Kadek Raditya pada menit ke-60. Pergantian ini membuat permainan Persis lebih hidup.

Sepakan Maricic pada menit ke-64 kembali memaksa Nadeo bekerja keras. Kombinasi Yabes Roni di sisi kiri dan Althaf Indie di sisi kanan mulai merepotkan lini pertahanan Borneo FC.

Borneo merespons dengan mengganti Astina dengan M. Sihran pada menit ke-70. Milomir Seslija juga menambah daya gedor dengan memasukkan Ikhwan Ali Tannamal menggantikan Agung Mannan pada menit ke-72.

Namun hingga menit-menit akhir, gol yang ditunggu publik Manahan tak kunjung datang. Borneo FC tampil disiplin di lini belakang. Masuknya Arkhan Kaka di menit-menit akhir juga belum mampu mengubah keadaan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo harus menerima kekalahan 0-1 dari Borneo FC.

“Sebenarnya pemain kami bermain bagus, bahkan di babak kedua lawan takbisasampai shots on goal. Tapi memang masih banyak yang perlu dibenahi. Semoga pemain baru lagi nantinya bisa membawa perubahan buat tim,” terang Milomir Seslija.

Hasil ini membuat Persis Solo masih tertahan di zona degradasi dengan koleksi 10 poin, hasil dari dua kemenangan, empat kali imbang, dan 12 kekalahan.

Sementara itu, Borneo FC kian mantap di papan atas dengan raihan 40 poin, meski posisinya masih berpotensi digeser Persib Bandung yang akan menghadapi PSBS Biak, Minggu (25/1).

Meski kalah, debut para pemain baru serta absennya pemain asing lama menunjukkan bahwa Persis Solo tengah memulai fase baru. Tantangannya kini adalah bagaimana perubahan besar ini bisa segera berbuah poin demi menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #borneo fc