Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gol Dianulir VAR, Persis Solo Tumbang Tipis dari Borneo FC di Manahan: Ini Kekecewaan Pemain Asing Laskar Sambernyawa

Niko auglandy • Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:00 WIB
Laga Persis Solo vs Borneo FC di Stadion Manahan (23/1/2026).
Laga Persis Solo vs Borneo FC di Stadion Manahan (23/1/2026).

RADARSOLO.COM– Persis Solo harus mengawali putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil pahit. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Manahan, Jumat sore (23/1/2026), Laskar Sambernyawa takluk tipis 0-1 dari Borneo FC.

Sejak peluit awal dibunyikan, tim tamu tampil agresif. Borneo FC langsung menekan, sementara Persis memilih bermain lebih disiplin dan menunggu peluang melalui skema serangan balik cepat.

Lima menit awal pertandingan berjalan tanpa peluang berbahaya dari kedua kubu.

Persis sempat membuat publik Manahan bersorak pada menit ke-9. Sundulan bek anyar Dusan Mijic sukses menggetarkan jala Borneo FC setelah memanfaatkan tendangan bebas Miroslav Maricic. Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama.

Setelah meninjau VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Mijic dinilai berada dalam posisi offside.

Kehadiran pemilik klub Persis Solo, Kaesang Pangarep, yang menyaksikan laga bersama ayahnya Presiden RI ke-7 Joko Widodo di tribun VIP, sempat memberi suntikan motivasi bagi tuan rumah. Sayangnya, justru Borneo FC yang lebih dulu mencetak gol.

Pada menit ke-14, Mariano Peralta melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok gawang.

Kiper Persis, Vukasin Vranes, tak mampu menjangkau bola. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Borneo FC.

Usai tertinggal, Persis terus berada dalam tekanan. Borneo nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-17 lewat sepakan Astina yang masih melebar tipis di sisi kanan gawang.

Persis mencoba bangkit. Pada menit ke-23, sundulan Mijic kembali mengancam, namun kali ini Nadeo Argawinata tampil sigap menepis bola.

Peluang emas Persis hadir menjelang turun minum. Tendangan bebas Maricic pada menit ke-43 sempat menghasilkan bola rebound setelah ditepis Nadeo. Namun, tak ada pemain Persis yang mampu menyambar bola liar tersebut. Hingga babak pertama usai, skor tetap 0-1.

Memasuki babak kedua, Persis tampil lebih berani dan agresif. Peluang emas didapat Zanadin Faris pada menit ke-52, tetapi sepakannya dari luar kotak penalti masih melambung jauh di atas mistar.

Pelatih Persis Milomir Seslija kemudian melakukan perubahan. Zanadin Faris dan Irfan Jauhari ditarik keluar, digantikan Yabes Roni serta Kadek Raditya pada menit ke-60. Pergantian ini membuat permainan Persis lebih hidup.

Sepakan Maricic pada menit ke-64 kembali memaksa Nadeo bekerja keras. Pergerakan Yabes Roni di sisi kiri yang dikombinasikan dengan Althaf Indie di sisi kanan mulai merepotkan lini belakang Borneo FC.

Borneo merespons dengan memasukkan M. Sihran menggantikan Astina pada menit ke-70. Milomir Seslija juga menambah daya gedor Persis dengan memasukkan Ikhwan Ali Tannamal menggantikan Agung Mannan dua menit berselang.

Namun hingga menit-menit akhir pertandingan, gol yang dinantikan publik Manahan tak kunjung tercipta.

Lini pertahanan Borneo FC tampil disiplin dan solid. Masuknya Arkhan Kaka di penghujung laga pun belum mampu mengubah keadaan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-1.
Mewakili pemain Persis, Kodai Tanaka mengakui kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai laga berjalan alot, terutama karena solidnya pertahanan lawan.

“Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah berusaha bangkit dan mencetak gol, terutama di babak kedua. Tapi lawan bertahan sangat baik. Kami kecewa dengan hasil ini, namun harus segera bangkit untuk laga selanjutnya,” ujar Kodai. (nik) 



Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga #borneo fc