Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pelatih Persis Solo: Lebih Baik Dipimpin Wasit Asing 

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:17 WIB
BERJIBAKU: Pemain baru Persis Solo Alfiyanto Nico dijegal pemain Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat sore (25/1).
BERJIBAKU: Pemain baru Persis Solo Alfiyanto Nico dijegal pemain Borneo FC di Stadion Manahan, Jumat sore (25/1).

 

 

RADARSOLO.COM – Kesedihan atas kekalahan Persis Solo atas Borneo FC 0-1 di Stadion Manahan, Jumat sore (23/1) dalam laga lanjutan Liga 1 masih membekas. Pelatih Persis Solo Milomir Seslija benar-banar tak puas atas kinerja sang pengadil di laga yang ditonton 3.510 penonton ini.

Kekecewaan publik Solo dimulai saat gol bek asing baru Persis, yakni Dusan Mijic dianulir oleh wasit dengan alasan offside. Beberapa pelanggaran dari pemain Borneo juga dibiarkan dan tak mendapatkan peringatan atau kartu. Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- terlihat di pinggir lapangan begitu emosional dengan keputusan wasit.

Puncaknya, Milo melontarkan kritik terbuka terhadap kinerja wasit lokal dan meminta untuk penggunaan wasit asing di pertandingan berikutnya. Dia merasa kepemimpinan wasit Eko Saputra tidak konsisten saat menentukan keputusan pelanggaran.

"Saya tidak ingin terlalu membicarakan tentang wasitnya, tapi hari ini banyak pelanggaran untuk mereka, tapi tidak untuk kami," ucap pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Saking geramnya dengan keputusan wasit yang memimpin laga kontra Borneo, Milo juga mengeluarkan pernyataan berani dengan berkata lebih percaya laga dipimpin wasit asing.

"Saya pikir saat dipimpin wasit Jepang (wasit asing) itu jauh lebih baik. Saya lebih memilih bertanding dipimpin wasit asing, bahkan ketika saya kalah 5-0, saya lebih memilih wasit asing," ungkapnya dengan kecewa.

Jika dilihat statistik pertandingan, memang Persis Solo tercatat melakukan pelanggaran sebanyak 15 kali, sementara Borneo FC hanya sembilan pelanggaran. Meski mengeluhkan keputusan wasit yang berat sebelah, kekalahan tetaplah kekalahan.

Hasil minor menghadapi Borneo ini memperpanjang catatan negatif Persis Solo dengan berada di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Di tengah sorotan terhadap kepemimpinan wasit, pekerjaan rumah Persis Solo jelas masih menumpuk. Selain konsistensi permainan dan ketajaman lini serang, stabilitas mental pemain juga menjadi perhatian jelang laga berikutnya.

Publik Manahan kini berharap evaluasi menyeluruh benar-benar dilakukan, agar Persis tak lagi sekadar tampil kompetitif, melainkan mampu mengonversi proses permainan menjadi poin demi poin yang sangat dibutuhkan. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #persis solo #stadion manahan #borneo fc