Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tiga Pemain Baru Tipikal Menyerang Dibidik Persis Solo, Ini Alasannya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 25 Januari 2026 | 22:53 WIB
JALANI DEBUT: Winger baru Persis Solo Yabes Roni (kanan) hendak dijegal pemain Borneo FC di Manahan (23/1)
JALANI DEBUT: Winger baru Persis Solo Yabes Roni (kanan) hendak dijegal pemain Borneo FC di Manahan (23/1)

RADARSOLO.COM - Persis Solo gagal mengawali paruh kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang positif, usai kalah tipis 0-1 dari tamunya Borneo FC di Stadion Manahan Solo, Jumat (23/1/2026).

Kemenangan Pesut Etam lewat gol Mariano Peralta Bauer tentu menyakitkan buat tuan rumah, mengingat secara permainan, komposisi skuad Persis di laga ini bermain dengan cukup baik.

Kekalahan ini jelas membuat Persis Solo kian terpuruk di zona merah. Di saat dua tim zona merah lainnya meraih poin pekan ini, yakni Semen Padang menahan seri tuan rumah Bali United 3-3 (24/1) dan Persijap Jepara unggul 2-0 atas PSM Makassar di hari yang sama, Laskar Sambernyawa malah kembali gagal menang saaat main di kandang.

Pada konferensi pers usai laga, Pelatih Persis Solo Milomir Seslija mengeluhkan kebuntuan di lini serang tim besutannya.

Pada sesi latihan, pelatih yang akrab disapa Milo ini sudah menginstruksikan pemainnya untuk memenuhi kotak penalti lawan dengan empat pemain di dalamnya agar bisa menciptakan potensi gol yang lebih besar. Namun fakta di lapangan, hanya Kodai Tanaka yang berada di kotak penalti dan tidak mendapatkan support yang mumpuni dari rekannya.

"Ketika kami memiliki beberapa pemain di kotak penalti, kami mendapatkan kesempatan. Hari ini semua bermain takut, hanya ada dia (Kodai Tanaka) di kotak penalti," ujar Milo.

"Jika kami bisa memiliki empat pemain di kotak pinalti, kami akan bisa memenangkan pertandingan. Tapi kami tidak melakukannya. Saya tidak tahu mengapa, padahal di saat latihan mereka melakukannya (pada sesi latihan) sangat sempurna (berjalan sesuai instruksi, Red)," ujarnya.

Pelatih berkebangsaan Bosnia ini kemudian mengeluhkan bahwa dia tidak memiliki pemain yang cukup berkualitas di dalam kotak penalti, dan dia hanya bisa menyesuaikan dengan pemain yang ada saat ini.

Milo bahkan secara terang-terangan dalam konferensi pers menyatakan impiannya untuk mendatangkan 2 atau 3 lebih pemain baru di lini serangnya. Namun pelatih berusia 61 tahun tidak spesifik menyebutkan pemain impiannya berasal dari Serbia atau tidak nantinya.

"Saya tidak cukup memiliki pemain di dalam kotak penalti dan itu masalah kita. Saya tidak ingin menyalahkan pemain saya, mereka sudah berusaha di babak kedua," ucap Milo.

"Namun sekarang saya optimistis, ketika kami mendapatkan beberapa pemain dan Anda benar. Mungkin kami bisa memiliki dua atau tiga pemain lebih di lini serang, playmaker, dua striker, winger, dan satu bek. Itu mimpi saya," pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Di lain sisi, dalam bursa transfer pertengahan musim ini, Persis Solo baru mendatangkan satu kiper, tiga bek, satu gelandang, dan satu winger. Winger yang dimaksud adalah  Yabes Roni dari Bali United.

Sementara itu saat ini Persis Solo dikaitkan dengan tiga eks pemain Persebaya Surabaya, yakni Dejan Tumbas, Alta Ballah, dan Irfan Jaya. Sebelum dikaitkan tiga nama tersebut, Persis Solo sudah mendatangkan Kadek Raditya Maheswara dengan status pemain pinjaman dari Green Force -julukan Persebaya-. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #borneo fc