Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Strategi Low Block Persiku Kudus Bikin Kendal Tornado FC Frustrasi: Tersendat di Pekan ke-17, Ini Analisis Sang Pelatih

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 26 Januari 2026 | 17:58 WIB

 

Kendal Tornado FC  saat menjamu Persiku Kudus dalam lanjutan pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026  di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (25/1/2026).
Kendal Tornado FC saat menjamu Persiku Kudus dalam lanjutan pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (25/1/2026).

RADARSOLO.COM – Kendal Tornado FC gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Persiku Kudus dalam lanjutan pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2). Bermain di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (25/1/2026), tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang tanpa gol.

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keltjes, menilai hasil tersebut cukup adil bagi kedua tim. Ia mengakui anak asuhnya belum mampu tampil maksimal dan cenderung bermain terlalu berhati-hati sepanjang pertandingan.

“Hasilnya cukup adil karena dari tim kami sendiri juga tidak bermain maksimal. Saya melihat anak-anak terlalu berhati-hati,” ujar Stefan Keltjes dalam konferensi pers usai laga.

Menurut pelatih berusia 40 tahun itu, Kendal Tornado FC kesulitan membongkar pertahanan Persiku Kudus yang menerapkan strategi low block dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang. Kondisi tersebut membuat intensitas serangan menurun karena pemain khawatir terkena serangan balik cepat.

“Secara taktikal, Persiku Kudus hanya menunggu dan menumpuk pemain di bawah. Itu yang membuat kami kesulitan menciptakan peluang,” ungkapnya.

“Padahal gaya bermain mereka sudah kami pelajari lewat video. Tapi saya melihat tim belum sepenuhnya percaya diri untuk menyerang karena takut terkena counter attack,” sambung Keltjes.

Selain faktor taktikal, Keltjes juga menyoroti absennya dua pemain asing, Juan Pablo dan Felipe Ryan, yang tidak bisa tampil akibat cedera. Ketiadaan kedua pemain tersebut dinilai turut memengaruhi mental dan keberanian tim dalam membangun serangan.

“Ketika tiga pemain asing kami lengkap, tren kemenangan tim cukup bagus. Hari ini kami kembali bermain tanpa mereka. Saya pikir itu memengaruhi kepercayaan diri pemain,” jelas pelatih asal Surabaya tersebut.

Pada laga selanjutnya, Kendal Tornado FC dijadwalkan melakoni pertandingan tandang menghadapi PSIS pada Jumat (30/1/2026) di Stadion Jatidiri, Semarang. Namun, peluang tampilnya Juan Pablo dan Felipe Ryan masih diragukan.

“Harapannya mereka bisa main. Tapi hari ini tim medis baru membuat laporan terkait kondisi cedera mereka. Kalau tidak terlalu parah, tentu saya akan berdiskusi agar mereka bisa membantu tim,” pungkas Keltjes.

Hingga pekan ke-17, Kendal Tornado FC menempati posisi kelima klasemen Grup 2 dengan koleksi 30 poin hasil sembilan kemenangan, tiga kali imbang, dan lima kekalahan.

Puncak klasemen Grup 2 saat ini masih dikuasai Barito Putera dengan 36 poin, unggul tipis atas PSS Sleman yang mengoleksi 35 poin serta Persipura Jayapura di posisi ketiga dengan 34 poin. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Pegadaian Champion #liga 2 #KendalTornadoFC #persiku kudus