RADARSOLO.COM – Hasil Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2) pada pekan ke-17 yang digelar sepanjang 23 hingga 25 Januari 2026 membuat peta persaingan kian menegangkan. Kompetisi kasta kedua sepak bola nasional itu kini memasuki fase krusial, di mana setiap poin menjadi penentu nasib tim.
Sejumlah klub berhasil memanfaatkan momentum untuk merangsek naik di klasemen. Kemenangan demi kemenangan membuat persaingan di papan atas semakin rapat, terutama dalam perebutan tiket ke fase berikutnya. Konsistensi menjadi kunci utama bagi tim-tim yang ingin tetap berada di jalur persaingan.
Namun, di sisi lain, tak sedikit tim yang mulai diliputi kecemasan. Hasil minor di pekan ke-17 membuat beberapa klub tertahan di papan bawah, bahkan mulai terancam jurang degradasi.
Selisih poin yang tipis membuat satu kekalahan saja bisa berdampak besar terhadap posisi klasemen.
Ketatnya persaingan Liga 2 musim ini menegaskan bahwa tak ada laga mudah. Setiap pertandingan menjadi final bagi tim-tim yang berjuang mengamankan posisi, baik untuk berburu tiket promosi maupun menghindari degradasi.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah laga penting, Pegadaian Championship 2025/2026 dipastikan akan terus menyuguhkan drama hingga akhir musim.
KLASEMEN GRUP 1
Peta persaingan Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2) Grup 1 semakin menarik usai rampungnya pekan ke-17. Garudayaksa FC masih kokoh di puncak klasemen dan menjadi tim paling konsisten sejauh ini.
Garudayaksa FC memimpin dengan koleksi 33 poin dari 17 pertandingan. Sembilan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya dua kekalahan menjadi bukti solidnya performa mereka. Produktivitas gol Garudayaksa juga impresif dengan torehan 34 gol dan selisih gol +20.
Di bawahnya, Adhyaksa FC Banten dan Sumsel United terus membayangi. Kedua tim sama-sama mengoleksi 30 poin, namun Adhyaksa FC Banten berhak menempati posisi kedua berkat keunggulan selisih gol. Persaingan ketat di papan atas membuat peluang perubahan posisi masih sangat terbuka.
Baca Juga: Klasemen BRI Super League Memanas, Persib Bandung dan Borneo FC Sikut-sikutan di Papan Atas
FC Bekasi City bertengger di peringkat keempat dengan 27 poin. Konsistensi mereka menjaga jarak dengan tim-tim di bawah menjadi modal penting untuk tetap bersaing di zona atas.
Sementara Persiraja Banda Aceh menempati posisi kelima dengan 24 poin dan masih berpeluang menekan empat besar.
PSMS Medan dan Persikad berada di papan tengah dengan perolehan poin yang relatif berdekatan. Kedua tim harus tampil lebih stabil jika ingin tetap menjaga asa bersaing di fase berikutnya. PSPS Pekanbaru dan Persekata Tegal menyusul di posisi bawah papan tengah dengan situasi yang masih rawan tergelincir.
Di dasar klasemen, Sriwijaya FC masih terpuruk. Hingga pekan ke-17, tim asal Sumatra Selatan itu belum meraih satu pun kemenangan. Dengan hanya dua poin dari 17 laga dan kebobolan 54 gol, Sriwijaya FC menghadapi tantangan berat untuk bangkit di sisa kompetisi.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah pertandingan, persaingan di Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026 dipastikan terus berjalan sengit. Setiap laga ke depan akan menjadi penentu bagi klub-klub yang ingin mengamankan posisi terbaik.
KLASEMEN GRUP 2
Persaingan Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2) Grup 2 semakin panas usai berakhirnya pekan ke-17. PS Barito Putera masih memimpin klasemen, namun tekanan ketat datang dari PSS Sleman dan Persipura Jayapura yang terus membayangi di papan atas.
Barito Putera bertengger di posisi teratas dengan koleksi 36 poin hasil dari 11 kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kekalahan. Solidnya lini belakang menjadi kekuatan utama Barito, tercermin dari catatan hanya kebobolan enam gol dengan selisih gol +17.
Di posisi kedua, PSS Sleman menempel ketat dengan 35 poin. Super Elja tampil produktif dengan torehan 33 gol dari 17 laga, menjadikan mereka salah satu tim paling tajam di Grup 2. Persipura Jayapura berada tepat di bawahnya dengan 34 poin, menjaga peluang merebut puncak klasemen tetap terbuka.
Baca Juga: Hanya Butuh Seri, PSIK Klaten Berpeluang Raih Tiket 8 Besar saat Dijamu PSIR Rembang
Persaingan papan tengah juga tak kalah sengit. Deltras FC dan Kendal Tornado FC sama-sama mengoleksi 30 poin dan terus bersaing untuk menembus tiga besar. Kedua tim masih berpeluang besar jika mampu menjaga konsistensi di sisa pertandingan.
Persela Lamongan menempati posisi keenam dengan 26 poin. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini masih memiliki kans memperbaiki posisi, meski harus bersaing ketat dengan tim-tim di atasnya.
Sementara itu, situasi sulit dialami sejumlah tim di papan bawah. Persiku, Persiba Balikpapan, dan PSIS Semarang masih berjuang keluar dari zona bawah klasemen. PSIS bahkan tercatat baru mengumpulkan 11 poin dengan catatan kebobolan cukup tinggi.
Di dasar klasemen, Persipal FC belum juga mencatatkan kemenangan hingga pekan ke-17. Dengan hanya enam poin dan kebobolan 41 gol, Persipal menghadapi tantangan berat untuk bangkit di sisa kompetisi.
Dengan jarak poin yang masih relatif rapat di papan atas, persaingan Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 dipastikan akan semakin menegangkan. Setiap pertandingan ke depan menjadi krusial dalam menentukan nasib tim-tim yang mengincar tiket ke fase berikutnya. (nik)
Editor : Niko auglandy