RADARSOLO.COM - Krisis finansial yang membelit Sriwijaya FC kian menunjukkan dampak nyata di atas lapangan.
Laskar Wong Kito benar-benar terpuruk dan mengalami salah satu kekalahan paling memalukan sepanjang sejarah klub saat dibantai Adhyaksa FC Banten dengan skor telak 15-0 pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2).
Pertandingan yang digelar di Banten International Stadium, Serang, pada Rabu (29/1/2026) itu menjadi potret paling nyata betapa Sriwijaya FC kini berada dalam kondisi nyaris tanpa perlawanan.
Sejak menit awal laga, dominasi Adhyaksa FC Banten tak terbendung.
Nama Makan Konate langsung mencuri perhatian dengan membuka keran gol di menit pertama, disusul gol cepat pada menit keenam.
Pesta gol terus berlanjut lewat kontribusi Ramiro Ezequiel Fergonzi, Adilson Gancho da Silva, hingga Miftahul Hamdi, yang masing-masing tampil ganas sepanjang laga.
Adilson Gancho da Silva menjadi salah satu aktor utama kemenangan telak tersebut dengan mencetak gol beruntun pada menit ke-25, 33, 37, 45, 49, dan 61.
Sementara Miftahul Hamdi melengkapi derita Sriwijaya lewat trigol di menit ke-72, 75, dan 83. Fergonzi turut menambah luka dengan gol di menit ke-15, 67, dan 90.
Skor 15-0 pun menutup laga, sekaligus memperpanjang catatan kelam Sriwijaya FC musim ini.
Hasil tersebut membuat kondisi Sriwijaya FC di klasemen Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026 semakin mengenaskan. Hingga pekan ke-18, Sriwijaya FC masih terpuruk di posisi juru kunci dengan raihan 2 poin, hasil dari 0 kemenangan, 2 kali seri, dan 16 kekalahan.
Lebih ironis lagi, Sriwijaya FC baru mencetak 13 gol, namun sudah kebobolan 69 gol, mencatatkan selisih gol minus 56, yang menjadi salah satu terburuk di kompetisi.
Baca Juga: Mencengangkan! Bek Produktif Persis Solo Justru Hengkang di Paruh Musim
Sebaliknya, kemenangan besar ini menjaga posisi Adhyaksa FC Banten di papan atas klasemen. Adhyaksa kini menempel ketat Garudayaksa FC di posisi kedua dengan koleksi 33 poin dari 18 pertandingan (9 menang, 6 seri, 3 kalah).
Kondisi ini mempertegas bahwa masalah non-teknis, terutama krisis finansial yang belum menemukan solusi, telah menjalar menjadi persoalan performa di lapangan bagi Sriwijaya FC.
Tanpa pembenahan serius dan cepat, musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling kelam dalam sejarah panjang klub kebanggaan Sumatera Selatan tersebut. (nik)
Editor : Niko auglandy