Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Psywar Persis Solo vs Persib Bandung Mulai Memanas, Pasoepati Buka Suara

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34 WIB
PENUH SINDIRAN: Poster pra pertandingan yang diunggah tim media Persib Bandung untuk menatap laga kontra Persis Solo di Manahan (31/1).
PENUH SINDIRAN: Poster pra pertandingan yang diunggah tim media Persib Bandung untuk menatap laga kontra Persis Solo di Manahan (31/1).

RADARSOLO.COM - Memasuki pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, laga panas antara Persis Solo melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Sabtu sore (31/1) akan jadi pusat perhatian publik. Persis Solo bersiap menjamu Persib Bandung dalam duel sarat gengsi yang juga menentukan perjalanan kedua tim di kompetisi musim ini.

Pertandingan ini memunculkan tensi tinggi jauh sebelum peluit kickoff dibunyikan. Persib datang dengan ambisi mempertahankan posisi di papan atas sekaligus menjaga peluang juara. Sementara itu, Persis sedang berjuang keras keluar dari tekanan zona degradasi. Perbedaan kepentingan itu membuat atmosfer pertandingan semakin memanas, termasuk melalui perang psikologis atau psywar di luar lapangan.

Salah satu pemicu panasnya tensi terjadi setelah akun resmi media sosial Persib Bandung mengunggah ilustrasi sejumlah pemain yang terlihat seperti sedang mengintip ke dalam gorong-gorong. Unggahan tersebut langsung menjadi perbincangan karena dianggap sebagai sindiran terhadap Persis yang tengah berkutat di papan bawah.

Respons warganet pun terbelah. Ada yang menganggap unggahan itu sekadar bumbu kompetisi dan bentuk kepercayaan diri Persib yang tengah berada di puncak klasemen. Namun, tidak sedikit pula yang menilai konten tersebut terlalu berlebihan dan menyerempet ke arah merendahkan lawan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden DPP Pasoepati Arif Jodi Purnomo memilih merespons secara bijak. Menurutnya, psywar dalam dunia sepak bola merupakan hal yang wajar, namun tetap harus berada dalam koridor etika dan sportivitas.

“Terkait psywar yang dilakukan Persib kepada Persis, sebenarnya wajar saja karena mereka memang sedang berada di puncak klasemen,” ujar Jodi.

Meski begitu, Jodi menilai psywar tersebut menjadi kurang tepat jika dilihat dari sudut pandang etika dan budaya. Terlebih, pertandingan belum dimainkan dan hasil akhir pun belum dapat ditebak.

“Kalau melihat dari norma etis, tentu ini kurang baik. Kita belum tahu hasil akhirnya seperti apa. Boleh percaya diri, tapi sebagai masyarakat Jawa, kita tidak biasa melakukan bullying atau psywar berlebihan sebelum pertandingan dimainkan,” tegasnya.

Pasoepati juga memastikan tidak akan terpancing dengan provokasi apa pun. Fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada Persis agar bisa bangkit dan tampil maksimal di laga besar tersebut.

“Kami tidak ingin terpancing. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana Persis bisa tampil maksimal dan menunjukkan semangat juang,” jelasnya.

Jodi mengakui laga melawan Persib akan menjadi ujian berat, tidak hanya dari segi kualitas lawan, tetapi juga dari sisi mental pemain. Namun ia tetap optimistis karena beberapa perombakan skuad dalam beberapa pekan terakhir diharapkan membawa energi baru.

“Tidak perlu muluk-muluk. Yang penting pemain berjuang, bermain dengan hati, dan menunjukkan bahwa mereka ingin keluar dari situasi sulit ini,” imbuhnya.

Jodi juga mengimbau seluruh suporter Persis untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif. Dia meminta agar Pasoepati tidak terpancing provokasi, baik di media sosial maupun di area stadion. “Pertandingan besar seperti ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan suporter, bukan memperkeruh suasana,” tandasnya.

Dengan tensi yang sudah mulai panas sejak jauh hari, laga Persis kontra Persib diperkirakan akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pekan ke-19. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#persib bandung #Super League #persis solo #liga 1