RADARSOLO.COM - Isu terkait kemungkinan dilepasnya Kodai Tanaka oleh Persis Solo pada bursa transfer paruh kedua BRI Super League 2025/2026 mendadak menggegerkan media sosial. Kabar tersebut menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan suporter Laskar Sambernyawa yang tengah diliputi kegelisahan akibat posisi tim di zona degradasi.
Rumor tersebut memunculkan tanda tanya besar soal arah kebijakan manajemen Persis Solo di tengah situasi krusial kompetisi. Nama Kodai Tanaka pun langsung menjadi pusat perhatian, mengingat perannya yang cukup signifikan sepanjang paruh pertama musim.
Spekulasi semakin liar setelah muncul kabar ketertarikan Dewa United terhadap penyerang asal Jepang tersebut. Di tengah masifnya perombakan skuad Persis Solo, rumor ini dinilai sensitif karena menyangkut salah satu pemain yang selama ini konsisten mengisi starting eleven.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persis Solo Buka Opsi Tambah Pemain Lokal Lagi
Padahal, kontribusi Kodai Tanaka bersama Persis Solo sepanjang Super League 2025/2026 terbilang cukup solid. Penyerang berusia 26 tahun itu telah tampil dalam 19 pertandingan dan selalu dipercaya sebagai starter oleh tim pelatih. Total 1.630 menit bermain dengan rata-rata 86 menit per laga menegaskan peran sentralnya di lini depan.
Dari sisi produktivitas, Kodai mencatatkan tujuh gol sepanjang musim berjalan. Catatan itu setara dengan rata-rata 0,4 gol per pertandingan atau satu gol setiap 233 menit. Selain itu, ia juga melepaskan rata-rata dua tembakan per laga, dengan 1,1 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Kontribusi Kodai Tanaka tidak berhenti pada urusan mencetak gol. Ia juga menyumbang satu assist, dengan rata-rata 0,7 umpan kunci per pertandingan serta akurasi umpan mencapai 75 persen. Data tersebut menunjukkan perannya sebagai penghubung permainan Persis Solo, bukan sekadar finisher di lini depan.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persis Solo Buka Opsi Tambah Pemain Lokal Lagi
Di tengah derasnya spekulasi, manajemen Persis Solo akhirnya angkat bicara. Head of Media Persis Solo, Bryan Barcelona, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan status administratif terhadap Kodai Tanaka.
“Sampai hari ini, Kodai Tanaka masih tercatat sebagai pemain Persis Solo,” ujar Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo.
Pernyataan tersebut sempat meredam kegelisahan sebagian suporter. Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Rumor baru kembali mencuat dan menyebut Dewa United belum menyerah untuk memboyong Kodai Tanaka. Isu tersebut kembali beredar luas di media sosial dan memantik reaksi publik sepak bola nasional.
Bahkan, kabar terbaru mengklaim bahwa Kodai Tanaka telah mencapai kesepakatan awal dengan Dewa United. Informasi itu pertama kali diunggah akun Instagram @ngapakfootball dan langsung menyedot perhatian.
“Kali ini Dewa United salip Persis Solo soal Kodai son,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Menariknya, hingga kabar tersebut beredar luas, manajemen Persis Solo belum memberikan pernyataan lanjutan. Klub memilih bersikap diam dan tidak menanggapi klaim kesepakatan yang ramai dibicarakan.
Namun, Persis Solo justru memberi sinyal berbeda melalui akun Instagram resmi klub. Manajemen mengunggah foto Kodai Tanaka yang tengah mengikuti sesi latihan bersama tim, seolah menegaskan bahwa sang pemain masih menjadi bagian dari skuad Laskar Sambernyawa.
Naik-turunnya isu transfer Kodai Tanaka ini mengingatkan suporter Persis Solo pada kasus kepindahan Messidoro. Saat itu, gelandang asal Argentina tersebut masih terikat kontrak dan memegang peran penting dalam permainan Persis Solo, namun akhirnya hengkang di tengah derasnya spekulasi.
Minimnya kejelasan informasi kala itu membuat publik Solo merasa kehilangan figur kunci tanpa penjelasan yang transparan. Messidoro baru diumumkan secara resmi sebagai pemain Dewa United setelah tidak lagi terlihat dalam aktivitas tim Persis Solo.
Karena itu, munculnya kembali isu yang mengaitkan Kodai Tanaka dengan Dewa United membuat publik berharap manajemen Persis Solo bisa bersikap lebih terbuka. Transparansi dinilai penting agar polemik serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah kondisi tim yang membutuhkan stabilitas demi keluar dari zona degradasi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy