RADARSOLO.COM— Atmosfer panas Derby Mataram kembali menyelimuti BRI Super League 2025/2026. Persis Solo harus menghadapi situasi paling rumit musim ini saat menantang rival klasiknya, PSIM Yogyakarta, pada pekan ke-20 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026) sore.
Bukan sekadar duel sarat gengsi, laga ini menjadi ujian besar bagi Laskar Sambernyawa yang tengah berada di titik krusial dalam perjuangan keluar dari zona degradasi.
Kedua tim datang dengan modal kurang ideal setelah gagal meraih hasil maksimal dalam dua laga terakhir. Namun, tekanan jelas lebih menekan Persis Solo.
Posisi mereka masih tertahan di dasar klasemen, dan setiap pertandingan kini bernilai hidup-mati bagi peluang bertahan di kasta tertinggi.
Situasi Persis semakin pelik menyusul langkah drastis manajemen yang merombak total komposisi pemain asing di paruh musim.
Dalam waktu singkat, Laskar Sambernyawa harus beradaptasi dengan wajah baru di sektor pemain impor.
Sejumlah nama anyar seperti Jefferson, Dimitri Lima, dan Andrei Alba mulai mengikuti latihan dan berusaha mengejar ritme permainan tim.
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija mengisyaratkan kemungkinan menurunkan para pemain baru tersebut. Seslija menegaskan, laga ini bukan hanya tentang rivalitas, tetapi momen yang sangat menentukan bagi perjalanan tim.
“Ini derby dan kami sangat ambisius. Kami tahu harus menaruh banyak fokus dan energi di laga ini jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar pelatih asal Bosnia itu.
Meski begitu, Seslija mengakui PSIM bukan lawan yang bisa diremehkan. Performa kurang optimal dalam dua laga terakhir tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya Laskar Mataram.
“Kami bermain menghadapi lawan yang sangat baik. Bagi saya PSIM adalah salah satu tim dengan lini serang terbaik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kualitas individu PSIM yang menurutnya mampu memberi ancaman kapan pun.
“Mereka sangat berbahaya, mereka memiliki pemain berkualitas seperti Vidal, Ze Velante, Nermin, dan juga beberapa pemain lokal yang bagus. Mereka mendapat dukungan dari suporter dan jika kita ingin memenangkan laga ini, kita harus bermain lebih baik daripada PSIM,” ucapnya.
Seslija tidak menampik bahwa adaptasi pemain baru menjadi persoalan tersendiri. Namun waktu tidak berpihak kepada Persis.
“Kita harus berubah jika ingin memperbaiki hasil. Beberapa pemain baru saja bergabung dan mereka masih perlu penyesuaian, tapi kami tidak punya banyak waktu dan kami butuh hasil,” katanya.
Di kubu PSIM Yogyakarta, pelatih Jean-Paul van Gastel menyebut persiapan tim berlangsung normal, meski harus menghadapi kelelahan usai perjalanan panjang dari laga sebelumnya kontra Borneo FC.
“Persiapan menjalani laga derbi sama seperti biasanya, hanya saja karena perjalanan yang cukup lama setelah laga menghadapi Borneo, saya memberi waktu tambahan bagi pemain untuk beristirahat,” tuturnya.
Van Gastel memastikan pemain asing baru mereka, Jop Van Der Avert, belum akan turun di laga derby.
“Jop Van Der Avert tidak akan bermain besok karena dia masih membutuhkan latihan. Dia mengakhiri musim di Korea pada November, jadi dia perlu waktu untuk beradaptasi,” jelasnya.
Dengan kondisi berbeda di kedua kubu, Derby Mataram kali ini diprediksi berjalan penuh tensi. Persis Solo datang membawa misi besar untuk menyelamatkan musim, sementara PSIM Yogyakarta bertekad menjaga konsistensi di papan klasemen. Duel ini pun berpotensi menjadi salah satu laga paling krusial pada pekan ke-20. (nik)
Editor : Niko auglandy