RADARSOLO.COM - Persis Solo harus legawa pulang dengan membawa satu poin dari lawatan ke markas PSIM Yogyakarta. Duel bergengsi bertajuk Derby Mataram di Stadion Sultan Agung, Jumat (6/2), berakhir tanpa gol.
Meski laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 itu tidak menghasilkan pemenang, tensi tinggi dan intensitas permainan tetap menghidupkan perseteruan klasik dua tim rival tersebut.
Tambahan satu poin membuat PSIM bertahan di papan tengah. Tim berjuluk Laskar Mataram itu kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan catatan 20 pertandingan, 8 kemenangan, 7 hasil seri, 5 kekalahan, dan total 31 poin.
Di sisi lain, Laskar Sambernyawa masih terjebak di dasar klasemen.
Persis duduk di posisi ke-18 setelah melalui 20 laga dengan 2 kemenangan, 5 seri, dan 13 kekalahan. Koleksi 11 poin membuat perjuangan keluar dari zona merah semakin menantang.
Meski begitu, Head Coach Persis Solo Milomir “Milo” Seslija, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai permainan tim menunjukkan progres, dan hasil seri di derby panas ini patut dihargai.
“Ini merepresentasikan laga Derby yang sesungguhnya. Ini tidak mudah karena laga berjalan dengan intensitas tinggi dan kita jadi lebih baik di tiap pertandingan. Jadi ini adalah hasil yang pantas kita dapatkan. Dan hasil ini tidak melemahkan kami, tapi setidaknya membuat kami melangkah untuk menjadi lebih baik,” ujar Milo usai laga.
Pelatih asal Bosnia itu menegaskan Persis akan terus memperbaiki diri untuk merebut kemenangan di pertandingan berikutnya.
Dia juga meminta pendukung tetap memberikan kepercayaan kepada tim yang tengah berjuang bangkit.
“Jika ada yang membuat kesalahan, kita memperbaiki satu sama lain. Itu poin yang sangat bagus. Saya berpikir untuk menang. Karena saya tahu di kepala saya, apa yang seorang pelatih pikirkan. Dan saya mencoba untuk menyelesaikan masalah ini demi meraih kemenangan,” ungkapnya.
Sementara itu, bek Persis, Luka Dumancic, menilai pertandingan berlangsung sangat ketat.
Menurutnya, atmosfer Derby Mataram membuat tensi laga terasa berbeda, namun ia puas karena tim mampu mencuri poin dari kandang lawan.
“Hari ini adalah permainan yang sangat bagus. Permainan yang sangat sulit. Seperti yang sudah saya katakan, ini adalah Derby Mataram. Saya pikir kami melakukan pertandingan yang sangat bagus,” kata Luka.
Dia mengakui adaptasinya dan beberapa pemain lain masih membutuhkan waktu. Namun dia menegaskan Persis akan bertarung lebih keras demi mengejar kemenangan pertama sejak awal putaran kedua.
“Kami masih butuh sedikit waktu untuk beradaptasi. Tapi seperti yang saya katakan, di setiap pertandingan berikutnya, kami akan mencoba untuk melakukan yang terbaik mungkin. Dan kami akan bertarung lebih keras lagi,” imbuhnya. (nik)
Editor : Niko auglandy