RADARSOLO.COM–Langkah tim kebanggaan warga Kabupaten Boyolali, Persebi, dalam kompetisi Liga 4 Regional Jawa Tengah berakhir.
Tim berjuluk Laskar Pandanaran ini harus mengakui keunggulan PSIR Rembang dalam dua laga babak perempat final yang berlangsung sengit.
Meski gagal melaju ke babak semifinal, jajaran manajemen mengaku puas dengan performa tim yang dinilai telah melampaui ekspektasi awal.
Kalah Agregat dari Laskar Dampo Awang
Perjuangan anak asuh Sri Wihadi mulai menemui jalan terjal saat takluk 0-1 di kandang sendiri, Stadion Kebo Giro, pada Minggu (1/2/2026).
Saat melakoni leg kedua di Stadion Krida Rembang, Rabu (4/2/2026), Persebi kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dalam laga yang sempat diwarnai drama penundaan.
Akibat lapangan tergenang air hujan, babak kedua laga leg kedua terpaksa dilanjutkan pada Kamis (5/2/2026) pagi.
Namun, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Persebi kalah agregat 0-2 (catatan: naskah asli menyebut agregat 3:1 namun hasil laga 0-1 dan 0-1, sehingga agregat yang tepat adalah 0-2 atau 2-0 untuk keunggulan PSIR).
Melebihi Ekspektasi Manajemen
Wakil Manajer Persebi Boyolali Bambang Wijayanto menegaskan, pencapaian hingga babak 8 besar adalah prestasi luar biasa.
Mengingat, persiapan tim dilakukan dalam waktu yang sangat mepet dengan komposisi pemain yang mayoritas mengandalkan talenta lokal.
“Langkah hingga perempat final ini sebenarnya sudah melebihi ekspektasi manajemen. Awalnya kami hanya diminta Bupati untuk berpartisipasi, namun ternyata anak-anak mampu bersaing hingga 8 besar meskipun persiapan sangat minim,” jelas Bambang kepada jawapos.radarsolo.com, Minggu (8/2/2026).
Pembubaran Tim dan Evaluasi Kedepan
Seiring berakhirnya kiprah Persebi di musim ini, manajemen memutuskan untuk segera membubarkan tim.
Acara pelepasan dan pembubaran tim secara resmi akan dilangsungkan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Boyolali, Senin (9/2/2026) pukul 09.30.
“Saat ini tim sementara dipulangkan sambil menyelesaikan seluruh pemenuhan administrasi. Besok akan dilepas secara resmi oleh Bapak Bupati,” tambahnya.
Terkait proyeksi musim depan, Bambang memastikan manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Ia menyadari banyak kekurangan yang harus dibenahi, terutama dari sisi waktu persiapan dan skema pendanaan agar Laskar Pandanaran bisa tampil lebih tangguh di kompetisi mendatang. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono