Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persis Solo Borong 17 Pemain, Empat Diantaranya Belum Diumumkan, Ini Bocorannya: Satu Pemain Baru Tak Bisa Didaftarkan di I.League Karena Masalah Ini

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:49 WIB
Persis Solo vs Persib Bandung pada laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026).
Persis Solo vs Persib Bandung pada laga lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026).

RADARSOLO.COM – Upaya keluar dari zona degradasi membuat Persis Solo melakukan langkah ekstrem di bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. Bursa resmi ditutup pada 6 Februari lalu, dan Laskar Sambernyawa melakukan revolusi besar-besaran. Ada 17 pemain baru didatangkan, di mana 11 diantaranya pemain asing.

Konsekuensinya, seluruh pemain asing pada putaran pertama harus dilepas dan dipinjamkan ke klub lain, usai dievaluasi tim pelatih dan manajemen.

Langkah agresif ini memicu kejutan besar di kalangan suporter dan pemerhati sepak bola nasional.

Tak hanya karena jumlahnya yang luar biasa banyak, tetapi juga karena empat pemain baru belum diumumkan secara resmi oleh klub, meski seluruhnya sudah terdaftar di sistem I-League sebagai pemain Persis Solo untuk putaran kedua.

Menariknya, tiga dari empat nama yang belum diumumkan adalah pemain asing, dan seluruhnya berposisi sebagai striker.

ABU KAMARA: MESIN GOL YANG MASIH MENCARI SENTUHAN

Nama pertama adalah Abu Kamara, striker 29 tahun asal Liberia yang sebelumnya memperkuat PSM Makassar. Perjalanan kariernya mencatat grafik menarik, yakni saat bersama  Kuching City (liga Malaysia): 32 laga, 15 gol, 2 assist, Al-Seeb (Oman): 11 laga, 9 gol, 2 assist, dan  PSM Makassar diputaran pertama Super League musim ini dia mencetak 3 gol dari 13 laga.

Meski tidak terlalu subur di PSM, Kamara dikenal memiliki karakter fisik kuat dan mobilitas tinggi—atribut yang dibutuhkan Persis di lini depan.

DEJAN TUMBAS: MESIN TEKEL, BUKAN MESIN GOL

Laskar Sambernyawa juga resmi memboyong Dejan Tumbas, striker Persebaya Surabaya. Sayang, catatan golnya membuat banyak pihak mengernyitkan dahi.

Dalam dua musim terakhir, Tumbas tak mencetak satu pun gol.

Musim ini, ia tampil 14 pertandingan tanpa gol dan assist, meski mencatat angka permainan yang cukup impresif: 7 tembakan (4 on target), 264 umpan sukses dari 350 percobaan, 32 tekel, 36 intersep, 20 sapuan, dan 1 kartu merah.

Ekspektasi sebagai pemilik nomor 9 tentu besar, namun efektivitasnya di depan gawang masih jadi tanda tanya.

 

BRUNO GOMES: NOMOR 10 BARU

Persis juga memastikan perekrutan Bruno Gomes dari Semen Padang. Penyerang 30 tahun asal Brasil itu langsung diberi beban besar dengan mengenakan nomor punggung 10, yang sebelumnya dipakai Kodai Tanaka yang dipinjamkan ke Dewa United.

Namun performanya sejauh ini belum gemilang. Dari 11 penampilan di putaran pertama Super League 2025/2026, ia hanya mampu mencetak 2 gol.

Padahal musim sebelumnya, Gomes tampil lebih baik dengan 8 gol dari 17 laga bersama Semen Padang. Ia merupakan jebolan Genoa U-16 dan pernah masuk skuad Serie A musim 2015/2016, meski tak mendapat menit bermain.

FEBRI HARIYADI: RUMOR JADI KENYATAAN

Di lain sisi, setelah lama dirumorkan, Febri Hariyadi akhirnya benar-benar merapat ke Persis Solo. Winger Persib Bandung tersebut dipinjamkan untuk putaran kedua dan akan mengenakan nomor punggung 13.

Di putaran pertama, Febri hanya tampil 8 laga namun tetap mencatat 1 gol.

Sejak debut profesional tahun 2015 hingga 2026, ia telah mengoleksi 165 pertandingan, 20 gol, 20 assist untuk Persib.

DRAMA TRANSFER TAK BERHENTI: CLAYTON GAGAL REGISTRASI

Di balik kedatangan banyak wajah baru, Persis justru kembali diterpa masalah transfer. Kasus terbaru menimpa striker asal Brasil Clayton da Silveira da Silva, yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tampil di BRI Super League setelah proses verifikasi PSSI.

Clayton bahkan sempat diumumkan resmi pada 31 Januari 2026, namun empat hari kemudian Persis kembali mengumumkan bahwa sang pemain gagal diregistrasi. Dalam waktu singkat, Clayton akhirnya bergabung dengan PSMS Medan di Championship (Liga 2).

Insiden ini memantik kritik tajam dari suporter. Banyak yang menilai manajemen kembali mengulang kesalahan serupa meski telah berjanji lebih berhati-hati.

Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan menegaskan, pihaknya tetap mencoba belajar dari berbagai persoalan transfer sebelumnya.

“Yang ada kita bisa belajar dari pengalaman tahun kemarin, sampai hari ini juga. Banyak kok teman-teman tanya ke saya via media sosial dan segala macamnya. Ojo kapusan brosur lagi,” ucap Ginda kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kasus Clayton menambah daftar panjang kekeliruan transfer Persis musim ini. Sebelumnya, klub terseret masalah Fuad Sule dan Mateo Kocijan.

Fuad Sule sempat tampil di laga pertama musim ini, namun kemudian harus absen 9 pertandingan karena diketahui mendapat sanksi FIFA dari klub lamanya.

Sementara itu, Mateo Kocijan, yang diumumkan resmi bergabung di awal musim, tak pernah datang ke Solo dan justru kembali bermain di negaranya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #persebaya