Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Imbang di Derby Mataram, Milomir Seslija Sebut PSIM Jogja Tim yang Aneh

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 8 Februari 2026 | 19:36 WIB
Laga PSIMJogja melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung (8/2/2026)
Laga PSIMJogja melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung (8/2/2026)

RADARSOLO.COM – Persis Solo kembali harus puas berbagi poin pada laga sarat gengsi Derby Mataram menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.

Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026), Laskar Sambernyawa menahan imbang tuan rumah dengan skor 0-0. Hasil ini memperpanjang catatan Persis yang masih kesulitan mengamankan kemenangan dalam laga krusial.

Sejak awal pertandingan, Persis tampil lebih berhati-hati. Anak asuh Milomir Seslija menurunkan tempo permainan dan mengandalkan pola menunggu sebelum melepaskan serangan balik cepat. Pendekatan tersebut dipilih untuk meredam agresivitas PSIM yang mengandalkan kreativitas Ze Valente, serta duet Vidal dan Nermin di lini serang.

PSIM memang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun, rapatnya lini belakang Persis membuat beberapa peluang berbahaya tuan rumah mampu dipatahkan.

Pendekatan taktik Persis Solo menjadi sorotan setelah laga.

Milomir Seslija mengakui karakter permainan PSIM membuat timnya harus ekstra waspada. Ia bahkan menyebut PSIM sebagai tim yang “aneh” karena tidak mudah diprediksi dalam menerapkan pola permainan.

“PSIM adalah tim yang sulit untuk dianalisis. Taktik mereka cukup aneh dan para pemainnya sulit diprediksi,” ucap Milo usai pertandingan.

Meski begitu, Milo tidak menampik kualitas individu pemain PSIM.

Menurutnya, bila mampu bermain serasi, PSIM bisa menjadi tim yang sangat berbahaya.

“Jika mereka bisa serasi, mereka dapat melakukan keajaiban. Namun itu tidak begitu banyak. Mereka punya banyak poin, menyerang dengan sangat bagus secara individu maupun tim,” ujarnya.

Persis Punya Peluang Menang, Tapi Transisi Menyerang Masih Lemah
Milo menyebut Persis sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk mencuri kemenangan.
Menurutnya, tim telah membaca kelemahan PSIM, tetapi gagal mengeksekusinya dengan baik.

“Kamu lihat, kita tahu kelemahan mereka tapi kita belum bisa memanfaatkannya. Terutama di babak kedua, kami punya tiga peluang. Jika bisa membuat gol, kita memenangkan pertandingan,” katanya.

Masalah utama Persis, menurut Milo, ada pada fase transisi menyerang. Persis memang mampu bertahan dengan solid, tetapi kesulitan mengalirkan bola cepat ke depan saat berhasil merebut penguasaan bola.

“Kami bisa menjaga transisi saat bertahan, tetapi tidak memiliki transisi menyerang yang baik. Jika transisi menyerang lebih baik, kami bisa memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Milo juga menyoroti mentalitas pemain pada laga penuh tensi tersebut.
Dia menyebut beberapa pemain lebih fokus untuk tidak kalah, alih-alih berani mengambil risiko untuk mengejar kemenangan.

“Para pemain saya lebih banyak berpikir untuk tidak kalah dalam pertandingan ini. Saya selalu berpikir untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya.

Hasil imbang tanpa gol ini menjadi gambaran pekerjaan rumah Persis Solo usai perombakan besar-besaran di bursa transfer paruh musim. Dengan kedatangan 17 pemain baru dan skuad yang lebih komplet, publik kini menunggu konsistensi serta keberanian Persis dalam tampil lebih agresif pada laga-laga berikutnya.

Di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026, tambahan satu poin semakin tidak cukup jika Laskar Sambernyawa ingin keluar dari tekanan zona degradasi. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persissolo #Super League #liga 1 #Derby Mataram #PSIMJogja