RADARSOLO.COM-Perjalanan tim kebanggaan Kabupaten Boyolali, Persebi, di kompetisi Liga 4 Regional Jawa Tengah 2026 resmi berakhir.
Jajaran pemain, pelatih, dan manajemen tim berjuluk Laskar Pandanaran tersebut secara resmi dibubarkan Bupati Boyolali Agus Irawan di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati, Senin (9/2/2026).
Meskipun langkah tim terhenti di babak perempat final, acara pembubaran ini menjadi momentum evaluasi besar-besaran untuk menatap musim depan yang lebih tangguh.
Permohonan Maaf Bupati kepada Suporter
Dalam sambutannya, Bupati Agus Irawan menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh penggawa Laskar Pandanaran.
Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan suporter setia Persebi karena tim belum berhasil melangkah ke babak semifinal.
“Memang kemarin kita gagal di delapan besar. Hari ini kita kumpulkan bersama untuk evaluasi. Saya mewakili tim memohon maaf kepada seluruh warga Boyolali dan suporter, karena kita belum bisa melangkah lebih jauh lagi tahun ini,” beber Agus, Senin (9/2/2026).
Bupati berharap pengalaman musim ini menjadi pelajaran berharga agar Persebi bisa mempersiapkan diri lebih matang guna mengejar target promosi ke Liga 3 di masa mendatang.
Menanti "Keajaiban" Kuota Liga 4 Nasional
Meski tim telah dibubarkan, Manajer Persebi Boyolali Aldila Fajri memberikan instruksi mengejutkan kepada para pemain dan pelatih untuk tidak terburu-buru menerima kontrak dari tim lain.
Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan Persebi tetap melaju ke putaran nasional.
“Keputusan kuota untuk Liga 4 Nasional belum final. Apakah hanya empat tim seperti tahun lalu, atau ada penambahan kuota karena jumlah provinsi yang menggelar kompetisi tahun ini lebih sedikit. Masih ada harapan kecil, jadi kami minta pemain tetap bersiap,” jelas Aldila.
Baca Juga: Tiga Kali Tersandung Bursa Transfer, Janji Kehati-hatian Persis Solo Masih Dipertanyakan
Evaluasi Wasit dan Fokus Talenta Lokal
Aldila juga menyoroti laga terakhir melawan PSIR Rembang yang dinilai sarat kontroversi.
Pihak manajemen secara resmi telah melayangkan protes terkait kepemimpinan wasit yang dianggap kurang fair.
Ke depan, manajemen berkomitmen melakukan persiapan lebih dini.
Sebagaimana diketahui, musim ini Persebi hanya memiliki waktu dua pekan untuk membentuk kerangka tim, berbanding terbalik dengan tim lain yang sudah bersiap selama tiga bulan.
“Kami akan mempertahankan pemain asli Boyolali. Kami berencana menggelar program latihan khusus bagi talenta lokal agar saat kompetisi mendatang dimulai, kerangka tim kita sudah jauh lebih siap dan solid,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono