RADARSOLO.COM - Misi penyelamatan Persis Solo dari jurang degradasi benar-benar dilakukan secara total. Laskar Sambernyawa tampil tanpa ragu menatap bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan langkah agresif yang jarang terjadi sebelumnya.
Tak tanggung-tanggung, manajemen Persis Solo resmi merekrut 17 pemain baru dalam waktu singkat. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan pemain asing, menandakan keseriusan klub memaksimalkan kuota rekrutan nonlokal demi mendongkrak performa tim yang terpuruk di papan bawah klasemen.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Persis Solo tidak ingin sekadar bertahan, tetapi benar-benar berjuang keluar dari ancaman degradasi. Perombakan skuad dilakukan hampir di semua lini, mulai dari penjaga gawang hingga sektor penyerangan.
Di posisi kiper, Persis mendatangkan Vukasin Vranes asal Serbia. Kehadirannya membuat persaingan di bawah mistar semakin ketat dan berujung M.Riyandi yang haruslegawa jadi kiper kedua saat ini.
Lini belakang juga mengalami perubahan besar. Persis merekrut Luca Dumancic dan Dusan Mijic dari Serbia, Alekvan Djin eks Persela Lamongan, serta dua pemain pinjaman, yakni Kadek Raditya dari Persebaya Surabaya dan Alfriyanto Nico dari Persija Jakarta. Tambahan ini diharapkan mampu mengatasi rapuhnya pertahanan Persis pada putaran pertama.
Di sektor tengah, Laskar Sambernyawa mengandalkan kreativitas Andrei Alba dan Dimitri Lima asal Brasil, serta Miroslav Maricic dari Serbia. Ketiganya diplot untuk menjadi motor permainan sekaligus penyeimbang lini tengah Persis Solo.
Sementara itu, lini depan mendapat suntikan amunisi paling mencolok. Persis merekrut Abu Kamara (Liberia), Roman Paparyha (Ukraina), Bruno Gomes (Brasil, eks Semen Padang), serta Dejan Tumbas penyerang asal Serbia yang sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya.
Selain itu, dua pemain lokal berlabel timnas turut didatangkan dengan status pinjaman, yakni Yabes Roni dari Bali United dan Febri Haryadi dari Persib Bandung, ditambah Septian Bagaskara dari Dewa United.
Sejatinya Persis sempat merekrut satu pemain brasillagi, yakni Clayton da Silva. Sayang ada kendala dalam regulasi di I.league, yang membuat Persis akhirnya memutuskan meminjamkannya langsung ke PSMS Medan.
Masuknya belasan pemain baru tentu diiringi dengan keluarnya banyak nama lama. Pada putaran kedua ini, Persis Solo secara mengejutkan melepas seluruh pemain asing yang menjadi bagian tim di putaran pertama.
Deretan pemain asing yang dilepas tersebut meliputi Xandro Schenk, Cleylton Santos, Zulfahmi, Jordy Tutuarima, Sho Yamamoto, Fuad Sule, Adriano Castanheira, Gervane Kastaneer, hingga Kodai Tanaka.
Beberapa dari mereka dipinjamkan ke klub Liga 1. Kodai Tanaka dipinjamkan ke Dewa United, sementara Cleylton Santos bergabung dengan Borneo FC. Untuk kompetisi Championship (Liga 2), Sho Yamamoto dipinjamkan ke Bhayangkara FC dan Adriano Castanheira ke Persikad Depok.
Adapun Gervane Kastaneer kini resmi berseragam Terengganu FC di Liga Malaysia. Zulfahmi juga merumput di Malaysia bersama Immigration FC. Fuad Sule kembali ke negaranya dan bergabung dengan Ballymena United di Liga Irlandia Utara.
Sementara Xandro Schenk memilih melanjutkan karier di Eropa bersama CF Intercity, klub kasta keempat Liga Spanyol. Hingga kini, Jordy Tutuarima masih berstatus tanpa klub.
Tak hanya pemain asing, perombakan juga menyasar pemain lokal. Selain Gianluca Pandeynuwu yang dipinjamkan ke Arema FC, bek Ibrahim Sanjaya dipinjamkan ke PSIS Semarang. Giovani Numberi dilepas ke Madura United. Sementara Sidik Saimima dan Arapenta Poerba dipinjamkan ke Garudayaksa FC yang berlaga di Liga 2.
Perombakan besar-besaran ini menjadi perjudian terbesar Persis Solo musim ini. Dengan skuad nyaris baru, Laskar Sambernyawa berharap perubahan drastis ini mampu menghadirkan titik balik sekaligus menyelamatkan mereka dari ancaman degradasi di akhir musim. (nik)
Editor : Niko auglandy