RADARSOLO.COM - Persis Solo kembali menambah amunisi asing pada paruh kedua BRI Super League 2025/2026. Kali ini, Laskar Sambernyawa resmi mendatangkan Dejan Tumbas, pemain asal Serbia yang dikenal memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi. Kehadirannya diharapkan menambah kedalaman dan fleksibilitas skuad asuhan pelatih Persis Solo.
Dejan Tumbas bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun tersebut memperkuat Persebaya Surabaya dan menjadi bagian dari perjalanan tim Bajul Ijo pada putaran pertama kompetisi musim ini. Pengalamannya di level tertinggi Liga Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri bagi Persis Solo.
Kepastian bergabungnya Tumbas diumumkan secara resmi melalui akun Instagram Persis Solo pada Senin (9/2/2026). Dalam unggahan tersebut, manajemen menegaskan status sang pemain sebagai pemain serba bisa yang dapat mengisi berbagai sektor permainan. “A versatile player for every attacking line (pemain serbaguna untuk setiap lini penyerangan). Welcome Dejan Tumbas!” tulis akun resmi Persis Solo.
Pemain kelahiran Serbia itu pun menyambut positif kepindahannya ke Kota Bengawan. Tumbas mengaku antusias menghadapi tantangan baru bersama klub dengan basis suporter yang kuat. Dia juga menilai Persis Solo sebagai tim dengan identitas yang jelas dan ambisi besar.
“Saya merasa sangat senang dan bangga bergabung dengan Persis Solo. Ini adalah klub dengan identitas yang kuat dan pendukung yang penuh semangat,” ujar Tumbas.
Dia menambahkan bahwa keputusan bergabung ke Persis Solo merupakan langkah penting dalam karir profesionalnya.
Kedatangan Tumbas ke Solo sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi pendukung Persebaya Surabaya. Dalam kolom komentar unggahan Persis Solo, banyak suporter Bonek yang menyampaikan pesan perpisahan dan harapan agar sang pemain dijaga dengan baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa Tumbas cukup memiliki tempat di hati publik Surabaya.
Pemain Serba Bisa, Dejan Tumbas Optimal di Posisi Mana?
Menilik data statistik Dejan Tumbas bersama Persebaya Surabaya pada musim 2025/2026, pemain asal Serbia tersebut mencatatkan 14 penampilan dan seluruhnya sebagai starter. Total menit bermainnya mencapai 1.146 menit, dengan rata-rata 82 menit per pertandingan. Catatan tersebut menegaskan bahwa Tumbas bukan sekadar pelapis, melainkan bagian dari struktur utama tim.
Namun, dari sisi kontribusi ofensif, perannya tergolong terbatas. Tumbas belum mencatatkan gol maupun assist sepanjang musim berjalan. Rata-rata tembakannya berada di angka 0,7 per pertandingan, dengan kreativitas yang minim jika dilihat dari jumlah key pass yang dihasilkan.
Distribusi bola Tumbas berada pada level aman, tetapi belum dominan. Ia mencatatkan rata-rata 16,3 umpan akurat per laga dengan akurasi 78 persen. Angka tersebut cukup untuk menjaga alur permainan, namun belum mencerminkan karakter gelandang pengatur tempo atau deep-lying playmaker yang mengendalikan ritme laga.
Kontribusi paling menonjol justru terlihat pada aspek defensif. Tumbas membukukan rata-rata 6,8 ball recovery per pertandingan serta 2,7 clearance per laga. Statistik ini menunjukkan keterlibatannya yang aktif dalam membantu fase bertahan, baik saat dimainkan di lini tengah maupun di sektor sayap.
Meski demikian, terdapat catatan krusial yang patut menjadi perhatian. Tumbas rata-rata dilewati lawan sebanyak 2,1 kali per pertandingan dan mencatatkan delapan kesalahan yang berujung pada tembakan lawan sepanjang musim.
Untuk peran gelandang bertahan tunggal, angka tersebut tergolong tinggi dan berpotensi mengganggu stabilitas tim.
Di tengah data tersebut, muncul persepsi di kalangan suporter bahwa Dejan Tumbas tampil cukup apik saat bermain di lini tengah. Penilaian ini lebih banyak lahir dari aspek visual permainan.
Tumbas dinilai disiplin, rajin menutup ruang, dan konsisten terlibat dalam fase bertahan, sehingga tampak bekerja efektif secara kasat mata.
Namun, secara analitis, persepsi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan efektivitas peran gelandang tengah ideal. Tingkat keberhasilan duel darat yang hanya berada di angka 34 persen serta tingginya error menunjukkan bahwa kontribusi Tumbas lebih bersifat menopang, bukan mengendalikan.
Ia hadir untuk menjaga keseimbangan, bukan menjadi penguasa area.
Berdasarkan kombinasi antara data statistik, karakter permainan, dan tuntutan taktis, posisi paling optimal bagi Dejan Tumbas saat membela Persis Solo adalah sebagai bek kiri bertipe defensif atau gelandang kiri pendamping dalam skema double pivot.
Di dua peran tersebut, dia dapat memaksimalkan kemampuan recovery bola, duel udara, serta disiplin bertahan tanpa dibebani tanggung jawab sebagai pengatur tempo atau pemutus serangan utama.
Jika dimainkan sebagai bek kiri defensif, Tumbas berada dalam struktur yang lebih aman karena mendapat perlindungan dari bek tengah.
Sementara dalam skema dua gelandang bertahan, dia lebih efektif sebagai ball winner sekunder yang fokus menjaga keseimbangan permainan, khususnya di sisi kiri.
Dengan demikian, laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-21 menghadapi Madura United pada Jumat (13/2/2026) akan menjadi ujian awal bagi Persis Solo sekaligus amunisi barunya.
Pertandingan tersebut bukan hanya penting dalam konteks perolehan poin, tetapi juga menjadi momen untuk melihat sejauh mana Dejan Tumbas mampu menerjemahkan statusnya sebagai pemain serba bisa ke dalam kebutuhan taktis tim, apakah sebagai bek kiri defensif atau gelandang pendamping, sekaligus menjawab ekspektasi publik Stadion Manahan pada sisa perjalanan kompetisi musim ini. (nik)
Editor : Niko auglandy