RADARSOLO.COM – Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali mengetuk palu sanksi untuk klub peserta BRI Super League 2025/2026. Kali ini dua tim sekaligus menjadi sorotan: Persis Solo dan Borneo FC. Keduanya dinyatakan melanggar regulasi disiplin waktu pada laga 23 Januari 2026.
Tidak seperti kasus-kasus sebelumnya yang identik dengan perilaku suporter, pelanggaran ini sepenuhnya terjadi pada aspek teknis pertandingan. Komdis mencatat kickoff babak kedua molor selama 105 detik dari jadwal yang seharusnya. Laporan pengawas pertandingan menyebut baik Persis maupun Borneo terlambat kembali ke lapangan usai jeda, sehingga wasit tidak bisa memulai pertandingan tepat waktu.
Pelanggaran disiplin waktu itu berujung pada sanksi denda Rp100 juta untuk masing-masing klub. Komdis menegaskan hukuman ini merujuk pada ketentuan kompetisi tentang kewajiban klub menjaga ketepatan waktu sebagai bagian dari profesionalisme liga.
Namun keputusan tersebut memantik reaksi publik. Tidak sedikit suporter yang mempertanyakan logika pemberian sanksi besar untuk keterlambatan kurang dari dua menit. Di media sosial, komentar bernada heran pun bermunculan.
“Persis dan Borneo sama-sama terlambatnya kok seperti tidak masuk akal ya, kalau salah satu tim yang telat, oke-oke saja,” ucap salah satu suporter Persis Solo.
Manajemen Persis merespons santai. Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, menyebut sanksi tersebut memang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dia menegaskan klub menghormati keputusan Komdis, meski penyebab keterlambatan menjadi urusan internal tim.
“Tim yang lebih tahu sih. Denda rasanya memang sesuai regulasi, kalau nggak salah kedua tim mendapat denda,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Alih-alih melayangkan banding, manajemen memilih kooperatif dan langsung menerima putusan tersebut. Sikap itu diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap otoritas kompetisi.
Tambahan denda Rp 100 juta ini membuat Persis semakin menumpuk pekerjaan rumah. Sebelumnya, Laskar Sambernyawa sudah dijatuhi sanksi Rp 250 juta akibat flare yang dinyalakan suporter saat laga kontra Persita Tangerang (4/1/2026).
Meski demikian, fokus tim tidak boleh teralihkan terlalu lama. Persis kini menatap pekan ke-21 BRI Super League. Laskar Sambernyawa akan menjamu Madura United di Stadion Manahan, Jumat (13/2/2026).
Pertandingan ini krusial karena Persis masih kesulitan meraih kemenangan di kandang. Tiga poin di Manahan menjadi harga mati—bukan hanya demi keluar dari zona degradasi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa konsentrasi tim tetap utuh meski tekanan di luar lapangan terus berdatangan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy