RADARSOLO.COM - Bhayangkara FC benar-benar membuktikan bahwa keputusan mereka mendatangkan tiga eks pemain Persis Solo di putaran kedua Super League 2025/2026 bukan langkah sia-sia.
Trio baru itu—Moussa Sidibe, Ryo Matsumura, dan Sho Yamamoto—langsung memberi warna baru dalam permainan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Mereka tampil solid, energik, dan menjadi faktor penting dalam kebangkitan The Guardians.
Sidibe, yang direkrut dari Johor Darul Ta'zim, sudah mencetak dua gol hanya dalam empat laga debutnya.
Akselerasi dan insting golnya membuat lini serang Bhayangkara terasa lebih hidup.
Sementara itu, Matsumura yang dipinjam dari Persija Jakarta langsung memberi dampak instan.
Baru bermain dua pertandingan, gelandang Jepang itu sudah menorehkan satu assist penting.
Adapun Sho Yamamoto masih berproses, namun sudah dua kali diturunkan dan mulai menemukan ritmenya bersama skuad The Guardians.
Bukti paling nyata kontribusi tiga pemain ini terlihat saat Bhayangkara sukses memetik kemenangan besar di Kota Pahlawan.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2), Bhayangkara menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1.
Gol kemenangan Bhayangkara dicetak Bernard Henri Cedric Doumbia pada menit 27, disusul tembakan Moussa Sidibe menjelang turun minum (45’).
Persebaya hanya mampu membalas lewat Mihailo Perovic pada menit ke-64.
Laga berlangsung panas. Total enam kartu kuning menghiasi daftar pemain Bhayangkara—T.M. Ichsan (28’), Nehar Sadiki (30’), Doumbia (70’), Slavko Damjanovic (86’), Muchamad Aqil Savik (88’), dan Sani Rizki Fauzi (89’).
Dari kubu Persebaya, Paulo Domingos Gali da Costa Freitas mendapat kartu kuning di menit 58.
Hasil ini membuat Persebaya tetap tertahan di posisi kelima klasemen sementara: 35 poin, hasil dari 9 menang, 8 seri, dan 4 kalah dari 21 laga.
Sedangkan Bhayangkara naik ke peringkat kedelapan dengan 29 poin, mengoleksi 8 kemenangan, 5 seri, dan 8 kalah dari jumlah laga yang sama.
Performa konsisten para pemain baru menunjukkan bahwa Bhayangkara tidak salah langkah dalam melakukan pembenahan di putaran kedua. Tiga mantan pemain Persis Solo itu kini berubah menjadi motor penting dalam upaya The Guardians merangsek ke papan atas. (nik)
Editor : Niko auglandy