RADARSOLO.COM – Ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo kembali menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda sepak bola putri.
Ajang yang digelar di.dua kategori usia—KU 10 dan KU 12—melahirkan juara baru sekaligus mempertahankan tradisi emas dari sekolah yang sudah punya rekam jejak kuat di kompetisi ini.
Pada laga final KU 10, tim sepak bola putri MIN 9 Sragen U-10 tampil garang sejak peluit di Lapangan Kota Barat, Minggu (15/2). Mereka mengunci kemenangan 3-0 atas SDN 02 Malangjiwan.
Salsabilla Mustika Prasetyo menjadi motor serangan sekaligus mimpi buruk lawan.
Dia membuka gol melalui sontekan terukur di babak pertama, lalu menambah dua gol di babak kedua.
Hattrick itu sekaligus mengukuhkannya sebagai top scorer turnamen dengan torehan fantastis: 46 gol sepanjang kompetisi.
Salsabilla mengaku kemenangan ini tak lepas dari konsistensinya berlatih.
“Saat final tadi aku yakin bisa bikin gol karena fokus dan bermain lepas. Bermain sepak bola itu sangat menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu di kategori KU 12, SD Kristen Manahan Surakarta kembali menunjukkan kelasnya. Mereka sukses mempertahankan gelar juara usai menundukkan MIN 9 Sragen dengan skor telak 7-2 pada final yang digelar di Lapangan Kota Barat, Minggu (15/2).
SD Kristen Manahan langsung tancap gas sejak menit awal. Penyerang andalan, Ika Wonda, membuka keunggulan cepat pada menit ketiga lewat tendangan keras yang menghujam pojok gawang.
Sepuluh menit kemudian, Ika menggandakan skor melalui eksekusi tendangan bebas. MIN 9 Sragen sempat memperkecil ketertinggalan melalui sepakan jarak jauh Andrea Fathin Nurusyifa, tetapi dominasi Manahan tak terbendung hingga laga berakhir.
Pelatih SD Kristen Manahan Kurniawan Ardiyanto, menegaskan, hasil ini buah dari kerja keras kolektif.
“Kami menekankan kebersamaan di dalam dan luar lapangan, ditambah dukungan dari sekolah dan orang tua. Chemistry tim juga terjaga dengan baik,” katanya.
MLSC Solo Seri 2 sendiri berlangsung meriah sepanjang 10–15 Februari 2026. Dua venue—Lapangan Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar—menjadi saksi 1.618 siswi dari 90 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang bersaing dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.
Turnamen ini menjadi salah satu fondasi utama pembinaan sepak bola putri di level akar rumput.
Head Coach MLSC, Timo Scheunemann, mengapresiasi perkembangan para peserta.
“Kita memulai dari level grassroot, mencari pemain dari tiap daerah lalu melakukan penyaringan bertahap. Perkembangan pemain terlihat signifikan melalui turnamen dan program latihan,” ujarnya.
Ketua Askot PSSI Surakarta, Arya Surendra, menilai Solo kini menjadi salah satu basis pembinaan sepak bola putri terkuat di Indonesia. Harapannya, dari pembinaan ini lahir pemain yang kelak memperkuat tim nasional putri.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Wiguna, juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Solo.
“Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan kalender akademik, kualitas permainan meningkat dan dukungan orang tua sangat besar,” katanya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy