RADARSOLO.COM - Penjaga gawang Persis Solo Vukasin Vranes tak menutupi rasa kecewanya setelah Laskar Sambernyawa hasil bisa meraih hasil imbang kontra Madura United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Jumat (13/2/2026).
Laga yang berlangsung terbuka itu menyajikan banyak peluang bagi kedua tim. Namun bagi Vranes, tambahan satu poin belum mencerminkan misi besar yang dibidik dia dan rekan-rekannya di lapangan.
Sejak menit awal, Persis sejatinya tampil cukup agresif dalam membangun serangan. Beberapa peluang bersih mampu diciptakan, baik di babak pertama maupun babak kedua. Sayangnya, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. “Saya tidak puas dengan hasilnya karena dalam babak pertama, bahkan babak kedua kita memiliki terlalu banyak kesempatan,” ujar Vranes.
Kiper asal Serbia itu menilai timnya sebenarnya memegang kendali permainan dalam sejumlah fase. Transisi menyerang berjalan cukup baik dan suplai bola ke lini depan terjaga. Namun detail kecil di momen krusial membuat kemenangan yang sudah di depan mata gagal diamankan.
Sebagai penjaga gawang, Vranes merasakan langsung tekanan ketika dua gol Madura United bersarang ke gawangnya. Dia menilai konsentrasi tim sempat menurun dalam situasi tertentu. Hal itu menjadi catatan penting untuk segera dibenahi.
“Di saat kita kebobolan dua gol, dalam situasi tersebut kita harus lebih fokus,” tegasnya.
Sorotan juga diarahkan pada situasi bola mati. Menurut Vranes, set-pieces seharusnya bisa menjadi senjata ampuh, baik untuk mencetak gol maupun mengamankan pertahanan. Dalam laga tersebut, peluang dari bola mati belum dimaksimalkan secara optimal.
“Terutama ketika kita mendapatkan kesempatan set-pieces. Pemain harus mengambil tanggung jawab untuk menghalau kesempatan musuh ataupun memanfaatkan kesempatan,” lanjutnya.
Di tengah hasil yang belum memuaskan, Vranes memastikan proses adaptasinya berjalan mulus. Ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami karakter permainan tim maupun atmosfer kompetisi di Indonesia. Komunikasi dengan lini belakang pun disebutnya semakin solid.
“Untuk adaptasi, saya tidak mengalami masalah. Saya hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk bisa beradaptasi,” ungkapnya.
Kehadiran Vranes di bawah mistar memang diharapkan memberi stabilitas baru bagi Persis. Dalam beberapa laga terakhir, konsistensi pertahanan menjadi sorotan. Dia menyadari peran kiper bukan sekadar melakukan penyelamatan, tetapi juga mengatur organisasi lini belakang.
Menurutnya, situasi Persis saat ini belum ideal. Posisi di klasemen masih belum aman dan setiap poin sangat berarti. Karena itu, ia menekankan pentingnya perubahan mentalitas sejak laga berikutnya.
“Untuk persiapan di laga berikutnya, saya anggap setiap laga merupakan laga final,” tegasnya lagi.
Vranes ingin seluruh pemain membawa rasa urgensi yang sama di setiap pertandingan. Tidak boleh ada lagi kehilangan fokus di momen-momen penting. Latihan menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki detail teknis maupun konsentrasi.
“Kami berlatih dan siap untuk menang. Dan harus bisa harus menang, karena situasi saat ini tidak baik dan kita harus mulai menang,” tandasnya.
Kini fokus Persis beralih ke pekan ke-22. menghadapi PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam. Pertandingan digelar malam hari karena sudah memasuki bulan Ramadan.
Evaluasi internal sudah dilakukan, terutama pada aspek konsentrasi dan efektivitas penyelesaian akhir. Perbaikan di dua sektor tersebut diyakini menjadi kunci untuk kembali ke jalur kemenangan.
Pelatih Milomir Seslija berharap para pemain bisa cepat beradaptasi dengan perubahan waktu pertandingan sekaligus menjaga performa agar tren positif segera terwujud. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy