RADARSOLO.COM – Teka-teki belum debutnya Jefferson Carioca bersama Persis Solo akhirnya terjawab. Penyerang asal Brasil itu belum mendapat kesempatan tampil saat Laskar Sambernyawa menjamu Madura United pada pekan ke-21, Jumat (13/2/2026). Namanya bahkan tak tercantum dalam daftar susunan pemain (DSP).
Absennya Jefferson bukan dipicu cedera maupun kendala administrasi. Ia harus menepi karena ketatnya regulasi pemain asing di kompetisi. Dari total 11 pemain asing yang dimiliki Persis, hanya sembilan yang bisa didaftarkan ke DSP.
Konsekuensinya jelas. Dua pemain asing pasti tersisih setiap pertandingan. Situasi itu membuat persaingan internal kian tajam, termasuk di sektor lini depan.
Pelatih Milomir Seslija menegaskan keputusan tersebut murni pertimbangan teknis. Ia harus menyesuaikan komposisi tim dengan kebutuhan taktik dan kondisi terkini pemain. Tak semua bisa dipaksakan tampil dalam satu laga.
“Berapa banyak pemain yang bisa masuk daftar susunan pemain? Sembilan, kita tidak bisa memasukkan 10 pemain. Dan saat ini kita harus menyesuaikan kondisi pemain,” ujar Milomir usai pertandingan.
Selain faktor kuota, kesiapan fisik juga menjadi variabel penting. Jefferson baru bergabung dan belum memiliki waktu adaptasi yang panjang bersama tim.
Dalam situasi kompetitif seperti ini, pelatih tentu memilih pemain yang dinilai paling siap secara fisik maupun taktik.
Milomir mengakui beberapa pemain anyar memang belum berada di level kebugaran optimal.
Ritme latihan dan skema permainan masih dalam proses penyesuaian. Karena itu, keputusan memberi menit bermain tak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Kita melakukannya dengan baik hari ini, tapi memang ada pemain yang mungkin secara fisik belum di kondisi terbaiknya. Itu fakta,” ucapnya.
Di sisi lain, lini depan Persis memang tengah padat. Setidaknya ada lima penyerang yang bersaing memperebutkan tempat utama. Dengan potensi tambahan amunisi baru, kompetisi semakin ketat.
Persaingan tersebut bukan sekadar soal kualitas individu. Pelatih juga mempertimbangkan keseimbangan antar lini agar struktur permainan tetap solid. Komposisi tim harus proporsional, bukan hanya menumpuk pemain depan.
Milomir menekankan bahwa semua keputusan berbasis performa latihan. Tidak ada pemain yang otomatis mendapat tempat hanya karena status asing atau reputasi sebelumnya. Setiap nama harus membuktikan diri dalam sesi latihan dan simulasi pertandingan.
“Pemain yang masuk susunan adalah pemain yang saya lihat di sesi latihan dan simulasi pertandingan,” jelasnya.
Bagi Jefferson, situasi ini menjadi tantangan awal bersama Laskar Sambernyawa. Debutnya mungkin tinggal menunggu waktu, tetapi jalannya tidak akan mudah. Di tengah kuota terbatas dan persaingan ketat, hanya pemain paling siap yang akan mendapat panggung lebih dulu.
Laga berikutnya, Persis Solo akan menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-22 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan. Menarik untuk ditunggu, apakah Jefferson akan menjalani laga debutnya dalam pertandingan tersebut. (nik)
Editor : Niko auglandy