RADARSOLO.COM - Sriwijaya FC menghadapi malam paling kelam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, saat menjamu Sumsel United pada pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (24/1/2026).
Alih-alih meraih poin, Laskar Wong Kito justru dipermalukan di kandang sendiri dengan skor telak 0-5. Kekalahan besar itu bukan hanya menyakitkan, tetapi juga berubah menjadi malapetaka yang berbuntut panjang.
Sumsel United tampil menggila sejak menit awal. Baru sepuluh menit laga berjalan, Rachmad Hidayat sudah membungkam stadion lewat gol pembuka.
Petaka Sriwijaya makin menjadi ketika Jacinto Junior Conceicao Cabral mencetak gol kedua melalui titik penalti pada menit ke-22.
Belum sempat tuan rumah bangkit, Jacinto kembali menambah luka lewat gol keduanya tujuh menit berselang.
Performa superior Sumsel United berlanjut di babak kedua. Rachmad kembali merobek gawang Sriwijaya pada menit ke-61, sebelum Jacinto—pemain paling bersinar malam itu—menutup pesta gol tepat di menit ke-90.
Di tengah badai gol, Sriwijaya FC justru sibuk mengumpulkan kartu. Yanda Tofan dan Roby Andika lebih dulu diganjar kartu kuning masing-masing pada menit ke-20 dan 50.
Roby bahkan diusir keluar lapangan pada menit ke-90 setelah menerima kartu kuning kedua.
Menyusul kemudian kartu untuk Muh Tirto Wicaksono di menit ke-88. Sumsel United pun tak sepenuhnya bersih, dengan kartu kuning untuk Agim Fariansyah dan Jacinto.
Suasana kian memanas ketika laga berakhir. Kekesalan suporter memuncak dan berubah menjadi kerusuhan.
Fasilitas stadion rusak, flare menyala, nyanyian bernada hinaan dilontarkan kepada tim tamu, bahkan ada suporter yang nekat turun ke lapangan dan terlibat pengeroyokan terhadap steward.
Semua itu dilakukan oleh oknum pendukung Sriwijaya FC, membuat situasi di Jakabaring benar-benar tak terkendali.
Komite Disiplin PSSI pun bergerak cepat. Dalam sidang yang digelar pada 28 Januari 2026, Sriwijaya FC dinyatakan bersalah atas serangkaian tindakan tidak terpuji tersebut.
Sanksinya tidak ringan: Sriwijaya dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton selama dua laga kandang dan dijatuhi denda sebesar Rp15 juta.
Hukuman ini menjadi peringatan keras agar klub memperketat pengamanan dan memastikan suporter tetap berada dalam koridor sportivitas.
Bagi Sriwijaya, kekalahan 0-5 mungkin sudah cukup pahit.
Namun, kericuhan suporter membuat malam itu menjadi salah satu momen paling muram dalam perjalanan mereka musim ini. (nik)
Editor : Niko auglandy