Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Menyesuaikan Jadwal Game Malam, Tatap Laga kontra PSBS Biak

Niko auglandy • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:40 WIB

 

PEMANASAN: Pemain Persis Solo jalani latihan rutin di Boyolali, belum lama ini.
PEMANASAN: Pemain Persis Solo jalani latihan rutin di Boyolali, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Akhir pekan nanti, Persis Solo akan menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-22. Laga tersebut menjadi pertandingan pertama Persis Solo di bulan Ramadan. Situasi ini membuat tim medis mulai menyusun langkah antisipatif sejak awal pekan.

Pertandingan yang sudah memasuki bulan suci tentu menghadirkan tantangan berbeda. Pemain yang menjalankan ibadah puasa mengalami perubahan pola makan dan istirahat. Karena itu, manajemen kebugaran tidak bisa disamakan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Salah satu skema yang disiapkan adalah kemungkinan menggeser jadwal latihan ke malam hari. Opsi ini dinilai relevan dengan waktu pertandingan yang digelar pukul 21.00. Dengan demikian, ritme fisik pemain dapat menyesuaikan secara bertahap.

Dokter tim Persis dr. Iwan Wahyu Utomo menjelaskan, perubahan tersebut didasarkan pada pertimbangan medis. Menurutnya, Ramadan membawa konsekuensi fisiologis yang signifikan bagi atlet profesional. Adaptasi menjadi kunci agar performa tetap terjaga.

“Jadi memang pertandingan pertama kita itu di hari Sabtu, itu adalah pertandingan pertama di bulan Ramadhan. Otomatis mulai besok kita akan berlatih kemungkinannya di malam hari. Tapi itu semua tergantung dari pelatih, saya belum tahu,” ucap Iwan.

Dia menegaskan bahwa usulan latihan malam masih bersifat rekomendasi. Keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih kepala. Tim medis hanya memberikan masukan berdasarkan evaluasi kondisi kebugaran pemain.

Selain soal jadwal latihan, waktu pertandingan juga menjadi perhatian serius. Kickoff pukul 21.00 membuat laga baru berakhir sekira pukul 23.00. Kondisi tersebut jelas berbeda dibandingkan pertandingan sore atau pukul 19.00.

“Yang jelas memang pasti akan ada perubahan stamina, perubahan fisik, level fitness dari pemain karena pertandingan di bulan Ramadan juga ada yang dilaksanakan pukul 9 malam,” tegasnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa fluktuasi kebugaran merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan. Saat berpuasa, asupan energi dan cairan pemain terbatas pada waktu berbuka hingga sahur. Hal ini berpotensi memengaruhi daya tahan, kekuatan, serta kecepatan pemulihan.

Tim medis pun akan memantau kondisi pemain secara lebih intensif. Evaluasi harian diperlukan untuk memastikan tidak ada penurunan performa yang signifikan. Koordinasi dengan pelatih fisik dan staf kepelatihan menjadi bagian penting dalam proses ini.

Laga melawan PSBS Biak bukan sekadar pertandingan biasa. Momentum ini menjadi ujian awal manajemen stamina Persis di bulan Ramadan. Dengan perencanaan matang, Laskar Sambernyawa diharapkan tetap tampil kompetitif meski menghadapi tantangan fisik yang berbeda. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #Ramadan