RADARSOLO.COM - Kasus dugaan kekerasan yang menyeret nama striker Timnas Indonesia Ricky Pratama tengah menjadi sorotan publik.
Ricky dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial AD, 25.
Laporan tersebut berdampak langsung pada respons klubnya, PSM Makassar, yang memanggil sang pemain untuk memberikan klarifikasi internal.
Berikut kronologi lengkap kasus yang kini tengah ditangani kepolisian.
Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penganiayaan
Kuasa hukum korban, Eko Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah resmi melayangkan laporan pada Minggu, 15 Februari 2026.
Menurutnya, dugaan tindak kekerasan terjadi pada 6 Februari 2026 di kamar kos korban di Makassar.
Saat itu, PSM Makassar disebut sedang bersiap melakukan perjalanan tandang (away) ke Yogyakarta untuk laga Super League 2025-2026.
Eko menjelaskan bahwa insiden bermula dari cekcok antara kliennya alias AD dan Ricky Pratama.
Dalam peristiwa tersebut, korban diduga mengalami tindakan fisik berupa cekikan di leher serta cakaran di bagian lengan.
“Hasil visum menunjukkan adanya bekas cekikan di leher dan luka cakaran di lengan. Klien kami juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan,” ujar Eko kepada wartawan.
Korban Mengaku Ditinggalkan di Bandara
Usai kejadian, korban yang berasal dari Magelang disebut meminta dipulangkan ke kampung halamannya.
Menurut keterangan kuasa hukum, Ricky sempat membelikan tiket pesawat untuk korban.
Namun, setibanya di Bandara Yogyakarta, korban mengaku ditinggalkan seorang diri.
Kasus ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial setelah korban mengunggah pengakuan terkait dugaan kekerasan yang dialaminya.
Ia dilaporkan mengalami memar serta trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.
Kuasa hukum menyebut, kliennya kini mengalami tekanan psikologis dan trauma mendalam.
AD diketahui tinggal seorang diri di Makassar tanpa keluarga dekat.
Status Hukum Masih Terlapor
Hingga kini, Ricky Pratama masih berstatus sebagai terlapor.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel disebut tengah mendalami laporan dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai jadwal pemeriksaan lanjutan atau kemungkinan penetapan tersangka.
PSM Makassar Panggil Ricky untuk Klarifikasi
Menanggapi mencuatnya kasus ini, manajemen PSM Makassar melalui Media Officer Sulaiman Abdul Karim menyatakan telah memanggil Ricky untuk memberikan penjelasan terkait isu yang berkembang.
“Klub telah memanggil pemain untuk memberikan klarifikasi agar mendapatkan penjelasan langsung dan objektif,” ujar Sulaiman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
PSM menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah pribadi pemain.
Klub juga memastikan tidak akan mengintervensi proses hukum yang berjalan.
“Klub memberikan waktu kepada pemain untuk mengikuti proses hukum yang ada. Kami akan berpegang pada asas kepastian hukum dan memantau perkembangan status hukum yang bersangkutan,” tambahnya.
Manajemen juga berharap isu ini tidak mengganggu fokus tim yang tengah berkompetisi di Super League 2025-2026.
Profil Singkat Ricky Pratama
Ricky Pratama termasuk produk binaan akademi PSM Makassar yang dinilai memiliki prospek cerah.
Striker kelahiran Sidoarjo, 6 Mei 2003, itu merantau ke Makassar pada 2019 untuk bergabung dengan akademi PSM dan meniti karier profesional dari level usia muda.
Namanya mulai dikenal publik ketika tampil impresif di Elite Pro Academy (EPA) U-18 musim 2021.
Pada kompetisi tersebut, Ricky tampil sangat produktif dengan membukukan 27 gol dan menyabet predikat top skor.
Ia juga sempat mendapatkan pengalaman berlatih dan bertanding di Eropa melalui program Garuda Select, yang memperkaya jam terbang serta pengalamannya di level internasional.
Penampilan gemilang di kelompok usia muda membuka jalan bagi Ricky promosi ke tim senior.
Ia menjadi bagian skuad PSM Makassar yang meraih gelar Liga 1 musim 2022-2023. Sejak saat itu, keterlibatannya di tim utama semakin meningkat.
Pada Liga 1 musim 2023-2024, Ricky mencatatkan 20 penampilan.
Jumlah tersebut bertambah menjadi 32 pertandingan pada musim 2024-2025.
Di musim berjalan, ia sudah tampil dalam 11 laga bersama Juku Eja.
Secara total, Ricky telah membukukan 94 pertandingan untuk PSM dengan kontribusi satu gol dan sembilan assist.
Performa di klub turut mengantarkannya ke berbagai kelompok usia Timnas Indonesia.
Ia beberapa kali mendapat panggilan saat tim ditangani Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg.
Terakhir, Ricky masuk skuad Timnas Indonesia U-23 pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan mencatatkan 74 menit bermain dalam dua pertandingan.
Namun, mencuatnya dugaan kasus penganiayaan terhadap kekasihnya berpotensi memengaruhi perjalanan karier sang pemain.
Jika proses hukum berujung pada sanksi pidana atau hukuman lain, situasi tersebut bisa berdampak besar terhadap masa depannya di level klub maupun tim nasional. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria