RADARSOLO.COM – Partai panas tersaji di babak 8 besar Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) ketika Dejan FC bertemu Pekanbaru FC di Stadion Kota Barat, Solo, Jumat (30/1).
Drama enam gol, kartu merah, hingga banjir kartu kuning mewarnai laga yang akhirnya dimenangkan Dejan FC dengan skor 4-2 setelah melalui perpanjangan waktu.
Dejan FC sempat tampil meyakinkan di babak pertama. Mereka unggul cepat lewat gol Riski Ramadhan pada menit ke-35 dan Ivan Julyandhy di pengujung babak, tepat menit 45. Keunggulan 2-0 membuat Dejan terlihat nyaman menguasai permainan.
Namun, babak kedua menjadi cerita berbeda. Pekanbaru FC yang tertinggal dua gol justru tampil lebih agresif meski harus bermain dengan 10 orang setelah Yogi Hermawan menerima kartu merah pada menit ke-12.
Tekanan bertahap akhirnya membuahkan hasil. Ali Muhamad Ichsan memperkecil ketertinggalan lewat titik putih pada menit 82, sebelum Vengko Armedya menyamakan kedudukan pada menit 86.
Skor 2-2 memaksa pertandingan masuk ke extra time.
Memasuki tambahan waktu, Dejan FC tampil lebih tenang. Mereka kembali memperlihatkan dominasi seperti di babak pertama.
Wawan Sumadi membuka keunggulan pada menit ke-97, disusul gol Muhammad Afif Fatoni pada menit ke-105.
Dua gol itu memastikan kemenangan 4-2 sekaligus membawa Dejan FC melaju ke semifinal. Pekanbaru FC harus mengubur mimpi lolos empat besar dan membuka peluang promosi ke Liga 2.
Namun manisnya kemenangan Dejan FC harus dibayar mahal dengan kerasnya laga.
Wasit harus mengeluarkan banyak kartu sepanjang pertandingan. Dari kubu Dejan, kartu kuning diberikan kepada Riski Ramadhan (10’), Wawan Sumadi (98’), dan Iqbal Gio Rivani (115’).
Sementara pemain Pekanbaru FC yang diganjar kartu kuning adalah Jovan Affan Al Ghony (37’), Vengko Armedya (59’), Syendio Fernanda Putra (75’), dan Jodi Kustiawan (90’).
Pekanbaru juga mendapat satu kartu merah tambahan ketika Jovan Affan diusir pada menit 105 setelah menerima kartu kuning kedua.
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Pekanbaru FC
Buntut laga panas tersebut turut bergulir ke meja sidang Komite Disiplin PSSI pada 2 Februari 2026.
Hasilnya, Pekanbaru FC dijatuhi sanksi denda Rp15 juta karena tidak memenuhi ketentuan memainkan pemain U20 selama 90 menit dalam pertandingan tersebut.
Selain itu, nama Aidun Sastra Utami, ofisial Pekanbaru FC, juga mendapat sorotan Komdis.
Dia dinyatakan melakukan perusakan fasilitas stadion berupa kerusakan pada akrilik signage di depan ruang ganti tim.
Aidun dibebankan kewajiban mengganti kerugian materiil dan mendapatkan sanksi teguran keras.
Dengan demikian, laga Dejan FC vs Pekanbaru FC tak hanya menyisakan drama di lapangan, tetapi juga konsekuensi panjang di ranah disiplin. (nik)